Swalayan dan Warung Sembako Boleh Buka Jam 8 Hingga 10 Malam, Ini Syaratnya

  • Whatsapp
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengeluarkan surat edaran perihal upaya pencegahan penyebaran Corona Cirus Disease 2019 (Covid-19) bagi para pelaku usaha. Surat itu berisi aturan  soal jam buka atau operasional tempat usaha.

Dalam Surat Edaran Nomor : 17/SE/ADM/EKBANG/IV/2020 yang diposting di akun Instagram resmi wali kota yakni molen_maulanaklil, pada salah satu poinnya menyebutkan bagi toko swalayan, toko sembako/kelontongan dan toko kebutuhan penting lainnya tetap beroperasi dengan sejumlah ketentuan.

Read More

Swalayan, toko sembako/kelontongan dan toko kebutuhan lain kegiatan usahanya tetap sampai pukul 20.00 WIB dan dari jam 20.00 hingga 22.00 WIB dapat buka dengan menutup sebagian pintu, mematikan sebagian lampu dan melayani secara terbatas atau menjaga jarak. Untuk pelayanan online juga dapat dilakukan.

Sedangkan untuk pelaku UMKM sepert rumah makan, restoran, kafe, warung kopi, gerobak tenda makanan dan minuman untuk jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB, selanjutnya pukul 20.00 hingga 22.00 WIB hanya untuk melayani pesan antar atau bawa pulang (take away) dan secara online. Setiap pelaku usaha harus mematikan sebagian lampu dan menutup sebagian pintu, tidak menyediakan tempat duduk serta tidak berkerumun atau menjaga jarak.

Berbeda bagi pelaku usaha hiburan malam seperti diskotik dan pub serta usaha salon, pangkas rambut dan panti pijat, dimana dalam surat edaran itu diminta untuk menutup sementara kegiatan usahanya dalam rangka social distancing atau menjaga jarak untuk pencegahan Covid-19.

Wali kota juga meminta kepada pelaku usaha di wilayah Kota Pangkalpinang untuk melaksanakan protokol keselamatan terhadap penyebaran Covid-19 dengan menyediakan tempat cuci tangan berupa air mengalir dilengkapi dengan sabun cuci tangan antiseptik atau hand sanitizer serta menggunakan masker.

Wali kota berharap surat edaran tersebut dapat dipatuhi dan dilaksanakan oleh para pelaku usaha. Surat edaran tersebut dibuat memperhatikan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona.(***)

JustForex

Related posts