Survey LSPN, Rudi & Eko Masih Berpeluang

  • Whatsapp


Eko Wijaya: Pokoknya Rakyat Tak Boleh Susah
Rizal: Semua Masih Berpotensi

DIREKTUR Utama Lembaga Studi Politik Nasional (LSPN), Rizal Marhaini menegaskan, bahwa persaingan calon anggota legeslatif (caleg) yang bertarung di daerah demi merebut kursi ke Senayan, begitu luar biasa. Termasuk juga di Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dapil Babel).

Untuk di Babel, diakuinya ada tiga partai besar yang sedang menguat. Yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), disusul Partai Demokrat.
“Setelah kami lakukan survei elektabilitas di Dapil tersebut, yang kuat pada saat ini PDIP, kemudian disusul Gerinda dengan selisih sedikit dengan Demokrat,” ujar Rizal dalam rilis surveinya di Jakarta, Senin (08/04/19).

Diakui, survei elektabilitas partai yang dilakukan LSPN ini dilakukan mulai dari tanggal 05 Maret – 30 Maret 2019. Dengan metodologi survei multistage random sampling, melibatkan responden sebanyak 450 orang, dan margin error 3%-5%
Dari situ terlihat bahwa dari 10 partai politik yang bertanding di Babel, PDIP menduduki peringkat pertama sebesar 16%, kedua Gerindra sebesar 12%, dan Demokrat sebesar 8,2%. Kemudian disusul Partai Golkar dengan 7.1%, Nasdem 6.0%, PKS 5%, PAN 4%, PKB 3%, PPP 3%, Hanura 3%, PBB 2.5% kemudian yang lain dibawah 2%.

Selanjutnya untuk Caleg DPR RI, dua orang petahana masih berpeluang. Yaitu Rudianto Tjen dari PDIP dengan perolehan suara hasil survey 23%, disusul Eko Wijaya Demokrat 18%. Dan menariknya, dalam survey itu kandidat ketiga muncul wajah baru dari Partai Gerindra, Ahmadi Sopyan dengan perolehan 15%. “Pengamatan kami, dari hasil survey yang kita lakukan petarung incumbent masih memiliki basis suara. Hal ini dapat dimaklumi karena sudah banyak aspirasi yang masuk dan yang dilakukan sehingga kemungkinan masih lolos Senayan,” ujar Rizal lagi.

Dari survey ini juga, menurutnya terjadi split quattail effect antara partai dan caleg. ”Dimana parpol urutannya PDIP dan Gerindra teratas, tapi pada pemilihan calon anggota DPR RI Eko Wijaya berhasil meraih suara terbanyak kedua, meski dari Partai Demokrat,” tukasnya.

Namun diakui Rizal, dalam kurun waktu seminggu kedepan semua calon anggota DPR RI masih memiliki potensi yang sama besar. Pada dasarnya masyarakat secara umum menginginkan calon legislatif yang dekat dengan rakyat dan mau menyentuh sampai ke lapisan terbawah.
“Secara potensi semua kandidat memiliki nilai yang sama, tinggal bagaimana caleg tersebut pintar dalam mengatur strategi dan bisa mencitrakan diri dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.

Rakyat Tak Boleh Susah
Sementara itu, caleg incumbent Eko Wijaya Parsito dari Partai Demokrat menegaskan, ia mensyukuri jika rakyat Babel masih mencintai dan mengharapkannya untuk bertugas di Senayan. Dan ia juga mensyukuri bahwa segenap aspirasi dan keinginan rakyat Babel yang masuk kepadanya selama ini, berhasil ia jalankan.

Dalam kapasitasnya selaku anggota Komisi VII DPR RI Dapil Babel, Eko Wijaya memang sudah berhasil menuntaskan sederet program. Hal yang membahagiakan bagi Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Babel itu adalah, program yang sudah sukses ia laksanakan itu dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.

Seperti program motor sampah yang sudah dilakukan sejak tahun 2016. Ada 100 unit motor untuk Babel, diantaranya 40 unit lagi disalurkan pada tahun 2019 ini.
Dikatakan Eko, bantuan motor sampah yang merupakan wujud kemitraan Komisi VII dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu bertujuan untuk tercapainya salah satu program Indonesia Bersih Sampah 2025.

”Untuk mencapai terwujudnya program tersebut, KLHK bersama mitranya Komisi VII DPR RI memberikan bantuan motor sampah ke seluruh Indonesia. Termasuk ke Babel,” tegasnya.
Sebagai Anggota Komisi VII DPR RI, Eko Wijaya mengaku memperjuangkan dan ikut mendorong agar program ini tepat sasaran.

”Banyak daerah di Babel yang sangat membutuhkan motor sampah. Oleh sebab itu selaku anggota DPR RI Komisi VII bekerjasama dengan KLHK, kita membantu masyarakat di Babel untuk mendapatkan motor sampah tersebut. Dengan adanya motor sampah ini, mudah-mudahan dapat membantu masyarakat untuk mendistribusikan sampah ke TPA yang ada,” ujarnya.

“Masih dengan KLHK, juga ada program pemasangan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang sudah terpasang di sejumlah desa di Kabupaten Belitung Timur. Termasuk juga di beberapa pesantren yang ada di Babel,” sambung Eko yang saat diwawancara didampingi salah satu pengurus DPD Demokrat Babel sekaligus Caleg DPRD Babel Dapil Pangkalpinang, Firmandyah S.Kom MM.

Beasiswa 3500 Anak
Selain motor sampah dan IPAL, Caleg DPR RI asal Partai Demokrat nomor urut 1 ini juga telah menyalurkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi untuk 3500 anak di Babel.

”Ada juga 3.500 siswa yang sudah menerima beasiswa untuk tahun 2017-2018,” ujar Eko.
Anak-anak itu terdiri dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, juga SMK.
”Dengan program yang merupakan hasil kemitraan Komisi VII dengan Kementerian Pendidikan ini, tentu saja sangat membantu para orang tua siswa dalam meringankan beban pendidikan bagi anak-anaknya,” tukas Eko yang juga Ketua DPP PD Bidang Energi itu.

Diakuinya, tentu saja masih banyak anak-anak di Babel yang membutuhkan beasiswa pendidikan. Untuk itu pihaknya dari Komisi VII selaku mitra Kementerian Pendidikan tidak akan tinggal diam. ”Kita tentu akan terus memperjuangkan bagi daerah kita. Sedapatnya dari jumlah yang ada juga terus bertambah, itu harapan kita,” imbuhnya.

PJU, Bibit & Sumor Bor
Sementara itu, dari kemitraan dengan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eko Wijaya sukses menyalurkan program Penerangan Jalan Umum (JPU) tenaga surya di Babel.
”Tidak kurang ada 500 titik PJU tenaga surya yang terpasang di Babel. Itu tersebar di Bangka Belitung,” kata pria jebolan University of Technology Sydney, Australia ini.

Masih dengan Kementerian ESDM, menurut Eko, mereka juga memfasilitasi pemasangan sumur bor di beberapa desa. ”Khusus sumur bor ini ada empat desa yang terpasang sumor bor, masing-masing Desa Bencah, Desa Sidoarjo, Desa Belimbing, dan Desa Berok,” tukasnya.

Hal yang juga tak kalah pentingnya adalah, bantuan untuk para petani.
”LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.red), adalah salah satu mitra kita di Komisi VII DPR RI. Dari hubungan kemitraan ini kita juga mendapatkan bantuan khususnya bagi petani kita di Bangka Belitung,” ujarnya.

Bantuan itu adalah berupa berbagai bibit tanaman. ”Ada bibit lada, bibit kelapa hibrida, bibit mangga, bahkan bibit jati,” sambungnya.
Bibit ini disalurkan ke Desa Bukit Layang Kabupaten Bangka. “Kita Komisi VII adalah mitra LIPI di situ,” tegasnya.

Begitu juga di tahun 2018, ada 1000 bibit jati dari LIPI yang dibagikan melalui acara Pemanfaatan dan Penerapan Iptek untuk Masyarakat yang disalurkan di ke Desa Pergam Kabupaten Bangka Selatan.
”Termasuk 500 bibit lada dari BPPT yang dibagikan dalam acara “Diseminasi Teknologi Perbanyakan Bibit Tanaman Lada Secara Ex Vitro” yang disalurkan ke Desa Air Ruai, Pemali, Bangka Induk,” tutur Eko mengingat.

Bantuan Masjid dan Gereja
Untuk kemitraan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN, Komisi VII DPR mendorong penyaluran bantuan bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) untuk kepentingan rakyat dari daerah pemilihan yang mereka wakili.
“Di sini lebih dari 12 masjid yang dibantu, dan satu gereja di daerah Lampur, Bangka Tengah. Kalau bantuan untuk masjid ya menyebar di kabupaten/kota yang ada di Babel,” tuturnya kemudian.
Sedangkan untuk sarana/prasarana umum, telah disalurkan pula bantuan untuk perpustakaan di Kota Pangkalpinang. Dari hubungan kemitraan juga mereka selaku wakil rakyat kata Eko menfasilitasi bantuan itu.

”Ada juga ambulance tiga unit, itu ada yang untuk warga di Lepar Pongok, Keuskupan, juga Yayasan Keagamaan di Sungailiat,” urainya lagi.
”Bantuan itu sudah sejak tahun 2017 lalu dan tentunya akan terus kita faslitasi ke depan,” lanjutnya.
Bantuan yang sama diperoleh dari pihak PGN untuk Babel. ”Tidak hanya itu, mereka juga memfasilitasi bantuan untuk pelestarian alam. Bantuan itu tersebar di enam kabupaten dan satu kota yang ada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” jelas Eko.
Bagaimana dengan masyarakat nelayan? Ternyata juga tak luput dari perhatian politikus muda Babel ini.

”Kita lakukan program bantuan paket subsidi dari BBM ke LPG (Konverter Kit). Ini khusus untuk nelayan kitalah,” imbuhnya.
”Sebenarnya ada juga bantuan untuk kesehatan seperti kegiatan Bhakti Sosial Bidang Kesehatan, termasuk memberikan ambulace gratis,” lanjut Eko.
”Adalah kebahagiaan tersendiri ketika semua yang kita program untuk rakyat itu berjalan sukses dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat kita. Kita tidak ingin rakyat kita susah. Dan saya akui, masih banyak lagi yang harus kita perbuat untuk kepentingan rakyat daerah kita ini. Besar harapan kita agar ke depan kita masih diberi kesempatan untuk berbuat lebih baik dan lebih banyak lagi,” pungkasnya. (adv/1)

Related posts