Suranto Dinonjob, Yamowa Masih Dipelajari

  • Whatsapp

Dilain pihak, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah rusak citranya dengan ditetapkannya dua pejabat setingkat kepala dinas atau eselon II sebagai tersangka dan ditahan. Kedua pejabat ini terjerat kasus hukum yang berbeda, namun mencoreng nama baik Pemprov Babel.

Tapi sayangnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman dianggap berlaku tidak adil terhadap jabatan kedua tersangka tersebut. Jika tersangka Suranto Wibowo yang telah ditangkap oleh tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi dicopot dari jabatan Staf Ahli Gubernur, sedangkan Kepala Satpol PP Babel, Yamowa Harefa sebagai tersangka dugaan penipuan, penggelapan dan pengancaman yang dilapor salah satu tempat hiburan, masih menjabat.

Kepala BKPSDM Pemprov Babel Sahirman Jumli menyebutkan, untuk status jabatan mantan Kadis ESDM Pemprov Babel, Suranto Wibowo itu, memang sudah di-nonjob-kan. Suranto dicopot dari jabatannya pascaditangkap tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Tipidsus Kejati Babel di Cisarua, Bogor.
“Untuk Pak Suranto sudah nonjob,” kata Sahirman ketika dikonfirmasi Selasa (8/10/2019).
Disinggung untuk status jabatan Kepala Satpol PP Pemprov Babel, Yamowa yang terjerat dugaan kasus penipuan di salah satu tempat hiburan, Sahirman justeru menegaskan masih dipelajari.
“Sedangkan untuk Pak Yamoa kami pelajari lagi aturannya dan koordinasi lagi dengan tim,” tutupnya singkat.

Yamoa ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Babel dan Senin (7/10/2019) menjalani pemeriksaan pertamanya, setelah dinaikan statusnya dari saksi terlapor menjadi tersangka.
“Siap bro (wartawan-red), ya benar. Yang jelas, hari ini (Senin) beliau diperiksa sebagai tsk (tersangka-red),” tegas Kasubdit Jatanras, AKBP Wahyudi seizing Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Babel, Kombes Pol Budi Hariyanto saat dihubungi Rakyat Pos. Menurut Wahyudi, oknum Kasatpol PP Babel ini sebelumnya sudah pernah diperiksa. Tapi saat proses penyelidikan, statusnya masih sebagai saksi terlapor.

“Kemudian, kita gelar perkara kan, dan hasil gelar perkara tersebut dapat ditingkatkan ke proses sidik. Nah, saat ini sedang dalam proses sidik,” jelasnya.
Saat ditanya, apakah tersangka ditahan oleh penyidik, Wahyudi menyebutkan meski telah menyandang status sebagai tersangka, Yamoa belum ditahan.

“Apa harus ditahan? Kalau dari persangkaan pasal emang bisa ditahan, namun untuk saat ini penyidik belum perlu melakukan penahanan,” tukasnya.
Wahyudi menegaskan, Yamoa sesuai laporan dipersangkakan oleh penyidik Jatanras diduga telah melanggar Pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman pidana kurungan penjara selama 4 tahun.
Selain itu, Kasat Pol PP ini diduga telah melanggar Pasal 372 tentang Penggelapan dengan ancaman selama 4 tahun dan Pasal 368 tentang Pengancaman diancam dengan hukuman 9 tahun penjara.
“Tergantung pasal apa yang memenuhi unsur, nanti hakim yang menentukan. Itu yang dilaporkan (3 Pasal) dalam LP (Laporan Polisi), kami masih buktikan dulu,” pungkas Wahyudi.
Sayangnya, Yamoa saat dikonfirmasi wartawan harian ini melalui sambungan telepon tidak merespon. Dilayangkan pesan singkat WhatsApp ke nomor ponselnya hingga kemarin, Selasa (8/10/2019) pun belum dibalas.

Upaya konfirmasi terus dilakukan wartawan dengan menghubungi Yamoa’a melalui nomor WhatsApp-nya sebanyak dua kali, namun sayangnya tidak diangkat.
Sebelumnya, Yamoa dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Babel, Selasa (23/7/2019) malam oleh pihak Global Executive Club Pangkalpinang. Ia dilaporkan, karena diduga melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan uang sebesar Rp21.725.000. Pihak Global Executive Club menganggap terlapor tidak berniat baik dalam menyelesaikan pembayaran bill makan minum di tempat hiburan malam tersebut.
Dan kala laporan itu, Yamoa saat dikonfirmasi mengaku bahwa hutang tersebut telah dibayarkan kepada pihak managemen Global.

“Yang penting, hutang Pemuda Pancasila sudah kita bayar. Aku sama ketua. Dan hutang ini masalah mengurus tamu Pemuda Pancasila,” kata dia ketika dihubungi terpisah.
Ia ngotot telah membayar semua hutang kepada managemen tempat hiburan malam tersebut. “Mereka nagih hari ini, ada WA dan SMS. Kita bayar hari ini kok dan kita nggak ada menipu, itu bukti hari ini mereka tagih lewat WA jumlahnya,” tukas dia.

“Hari ini, Pemuda Pancasila bayar sebesar Rp21.725.000 sesuai yang mereka tagih. Kita bayar cash, bahkan kita mau transfer siang tadi dan Ok kata mereka, tetapi sore tadi mereka minta cash dan kita bayar cash,” imbuhnya. (nov/1)

Related posts