Sunfo, Pengusaha Timah belum DPO

  • Whatsapp

Penyidik Layangkan Panggilan Kedua

SUNGAILIAT – Pasca penggerebekan gudang penampungan pasir timah ilegal di Kampung Kapitan, Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu yang diketahui milik Sunfo pada Sabtu malam (3/6/2017) lalu, hingga kini polisi belum berhasil menangkap pengusaha timah itu. Polisi juga bahkan belum mengetahui dimana keberadaan bos timah ini.
Sebelumnya, jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bangka sempat menghimbau agar Sunfo menyerahkan diri. Apabila tidak, pihak Polres Bangka akan menerbitkan DPO untuk Sunfo. Namun nyatanya hingga Rabu (21/6/2017) Sunfo ternyata belum ditetapkan sebagai DPO.
Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Sophian mengatakan, dari keterangan Kasat Reskrim, penyidik sudah melayangkan panggilan kedua terhadap Sunfo. Setelah itu, penyidik akan melakukan gelar perkara sehingga baru diputuskan apakah akan diterbitkan SPDP atau tidak.
“Belum DPO berdasarkan keterangan Kasat Reskrim. Penyidik sudah kirim surat panggilan dua kali terhadap Sunfo. Selanjutnya penyidik akan laksanakan GP terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah akan diterbitkan SPDP atau tidak,” jelasnya.
Meski begitu, Wakapolres Bangka Kompol Ridwan Raja Dewa kembali mengimbau kepada Sunfo, warga Belinyu untuk menyerahkan diri ke polisi sesegar mungkin.
“Kami harap pelaku agar menyerahkan diri pasca penggerebekan yang kita lakukan belum lama ini,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/6/2017).
Menurut Ridwan, jika himbauan yang diberikan tak jua digubris pelaku, Polres Bangka akan menetapkan bos penampung timah ilegal asal Belinyu itu ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Kalau tidak juga menyerahkan diri, dalam waktu dekat ini kita akan menetapkan pelaku ini sebagai DPO yang akan kita tempelkan di daerah daerah atau tempat tempat yang menjadi akses keluar masuk di daerah ini, seperti pelabuhan dan bandara,” katanya.
Ridwan berharap kepada masyarakat untuk turut serta membantu pihak kepolisian dengan melaporkan keberadaan pelaku.
“Jika ada masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar menginformasi hal itu kepada pihak kepolisian sehingga yang bersangkutan dapat kita tangkap,” tukasnya.
Ditambahkan Ridwan, hingga saat ini, pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku.
“Selain mencari keberadaan pelaku, kita juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi yakni kepala lingkungan setempat, istri pelaku,” imbuhnya.
Untuk asal usul pasir timah yang diamankan dari gudang pelaku di Mapolres Bangka saat ini, kata Wakapolres diduga berasal dari hasil penambangan illegal dalam kawasan Hutan Lindung yang ada di Kecamatan Belinyu. Sehingga sangat memungkinkan untuk menetapkan Sun Fo sebagai tersangka dan masuk dalam DPO.
Seperti dilansir sebelumnya, aparat gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Ditreskrimsus Polda Babel) bersama Polres Bangka, Sabtu malam (3/6/2017) menggerebek sebuah gudang penampung pasir timah di Kampung Kapitan, Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.
Saat gudang milik Sunfo itu digerebek sekitar pukul 21.30 WIB, polisi mendapati pasir timah sebanyak 18 kampil atau sekitar 1,471 Kg atau 1,4 ton dari dalam gudang. Sedangkan pemilik gudang, sayangnya tidak berada di tempat. Sehingga polisi hanya mengamankan pasir timah tersebut.
Menurut data kepolisian, penggerebekan gudang timah ini bermula ketika anggota Reskrim Polres Bangka mendapat informasi bahwa ada penampungan pasir timah yang diduga dari hasil penambangan di kawasan Hutan Lindung wilayah Kecamatan Belinyu.
Kemudian, polisi melakukan penyelidikan dan langsung mendatangi gudang yang berada di kediaman Sunfo. Saat dilihat, gudang tersebut dalam keadaan terkunci. Setelah yakin di dalam gudang menyimpan pasir timah ilegal, polisi selanjutnya melakukan upaya paksa, karena pemilik gudang tidak datang meski sudah dipanggil untuk membuka gudang.
Akhirnya pintu gudang didobrak dan penggeledahan disaksikan oleh Lurah Mantung, Kaling Enam, Dirkrimsus Polda Babel, Kapolres Bangka dan Beni yang merupakan keponakan Sunfo. Benar saja, setelah dibuka di dalam gudang ditemukan pasir timah dimaksud, berikut satu buah timbangan yang langsung diamankan ke Polres Bangka.
Dengan temuan itu, Sunfo akan dijerat dengan Pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) dengan ancaman pidana kurungan penjara selama 10 tahun. (2nd/1)

Related posts