Sudahi Caci Maki

  • Whatsapp

Jajaran Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan monitoring secara terpisah, di seluruh wilayah kabupaten/kota guna memastikan proses pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur berjalan sesuai aturan.
Tim assistensi Bawaslu Badan Pengawas Pemilu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ibrahim, mengharapkan agar masyarakat bersabar menunggu hasil resmi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Babel 2017 dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi Babel.
“Berdasarkan informasi yang kita dapat, hasil dari tingkat PPK dan PPKab, akan diketahui dalam waktu lima hari. Artinya ini lebih cepat, jadi kita harus bersabar menunggu,” ujarnya usai melakukan pemantauan dan pengawasan pencoblosan di beberapa TPS di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Rabu (15/02/17) lalu.
Walaupun katanya, saat ini banyak klaim dan asumsi-asumsi berdasar Quick Count atau hitungan cepat dari tingkat TPS. Namun hasil resminya, tetap dari KPU Babel. Kemudian, dari pengawas TPS, PPL dan Panwascam serta Panwas kabupaten/kota akan berjenjang dilakukan rekapitulasi ditingkat provinsi untuk menjadi data pembanding.
“Jadi kita tidak akan mempublikasi hasil rekapitulasi dari Panwas. Karena ini sebagai reperensi bagi kita bahwa tidak ada selisih suara antara KPU, saksi-saksi serta Bawaslu,” terangnya.
Untuk masyarakat yang larut dengan kegembiraan maupun yang larut dalam kegalauan lanjut Ibrahim, masih harus bersabar menunggu hasil resmi dari KPU.
“Pastinya masyarakat sudah menggunakan haknya dan kehendaknya. Jadi siapapun yang terpilih itulah yang terbaik dan harus kita dukung dalam sistem demokrasi, tentunya harus demokrasi yang satria dalam artian yang menang mengakomodir yang kalah dan yang kalah mendukung yang menang. Tentu setelah ini kita harapkan tidak ada lagi caci maki, tidak ada lagi intimidasi dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Ia juga mengimbau, bagi para pendukung kandidat yang sudah merasa menang berdasarkan hasil Quick Count maupun lainnya, jangan sampai larut dari euforia kemenangan. Karena ini adalah amanah dan bukan bagi-bagi kekuasaan. Kemudian bagi yang kalah tidak harus menganggap ini akhir segalanya.
“Ini adalah kemenangan bersama, selagi kita terlibat dalam perpolitikan ini. Kita harus menganggap inilah kemenangan bersama. Pilgub ini hajatan tentunya ada yang menang dan kalah,” pungkasnya.
Ibrahim menambahkan beberapa hal yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut:
1. Sebelum pelaksanaan Pemungutan Suara, mulai dari tanggal 12 sampai dengan 14 Februari 2017, Bawaslu dan Panwas melakukan pembersihan alat peraga kampanye yang masih terpasang. Tidak hanya itu, pada malam hari pun Bawaslu Provinsi dan Panwas tetap melakukan pemantauan sebagai tindakan pencegahan pelanggaran.
2. Secara umum, berdasarkan pengawasan Bawaslu Provinsi dan jajarannya, tidak ada kejadian khusus yang mengganggu pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Untuk itu, Bawaslu Provinsi memberikan apresiasi kepada semua masyarakat yang telah bersedia hadir ke TPS dan
memberikan hak suaranya. Apresiasi juga disampaikan kepada semua pihak yang telah menyukseskan pilkada tahun ini seperti pihak pemerintah, kepolisian dan media serta mahasiswa yang sudah membantu Bawaslu Provinsi dalam mensosialisakan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
3. Berdasarkan hasil pengawasan melekat yang dilaksanakan oleh Pengawas TPS, masih terdapat sejumlah indikasi pelanggaran di TPS diantaranya masih ada perpindahan TPS tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, KPPS tidak melakukan sumpah terlebih dahulu, ada mobil dengan gambar salah satu paslon di depan salah satu TPS, masih ditemukan pemilih yang mencoblos tidak sesuai dengan TPS-nya, masih ada pemilih yang datang ke TPS dengan menggunakan baju partai politik, ada KPPS yang merangkap sebagai saksi, masih ditemukannya pemilih ganda di DPT, dan lain-lain. Atas beberapa temuan tersebut, Pengawas TPS sudah mencatat dan berusaha melakukan tindakan pencegahan dengan menegur yang bersangkutan baik secara langsung maupun melalui ketua KPPS.
4. Untuk hasil perolehan suara pasangan calon yang berasal dari quick count, Bawaslu Provinsi menganggap itu semua adalah hak daripada masyarakat namun bagi Bawaslu Provinsi, hasil yang sebenarnya adalah tetap berdasarkan penghitungan real count dari KPU Provinsi.
5. Bawaslu Provinsi, Panwas Kabupaten/Kota dan Panwascam mengakui menemukan dan menerima laporan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran seperti dugaan money politik dan black/negatif campaign pada masa tenang kemarin. Untuk itu, Bawaslu Provinsi dan Panwas Kabupaten /Kota bersama tim Sentragakkumdu dari pihak penyidik dan jaksa akan memproses ini sesuai dengan peraturan.
6. Selanjutnya, Bawaslu Provinsi dan jajarannya akan terus memantau dan mengawasi tahapan selanjutnya yaitu tahap rekapituasi perolehan suara.
Bawaslu Provinsi menghimbau agar masyarakat juga tetap ikut berpartisipasi aktif mengawasi pelaksanaan ini hingga selesai.(ron/6)

Related posts