Sudah Sepekan PNS Bateng belum Digaji

  • Whatsapp
Akun Facebook milik Yanto Suryadi Suryadi yang diunggah Minggu (8/1/2017) tentang belum dibayarnya tunjangan sertifikasi guru triwulan IV tahun 2016 di Kabupaten Bangka Tengah. Akun ini banyak dikomentari pemilik akun lainnya. (Foto: red)

Tunjangan Sertifikasi Guru juga belum Dibayar
Plt Bupati Berdalih Disebabkan SOTK
Ibnu Saleh: Senin Pasti Dibayar

KOBA – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng), mengeluh. Pasalnya, sudah selama sepekan di awal tahun 2017 ini gaji mereka belum juga dibayar oleh Pemkab Bateng.
Gaji yang merupakan hak pegawai ini biasanya dibayarkan tanggal 1 dalam setiap bulannya, namun pada Januari 2017, hingga Sabtu (7/1/2017) seluruh pegawai Pemkab Bateng belum menerima gaji.
Tidak hanya PNS saja, ribuan pegawai honerer atau tenaga kontrak juga belum dibayarkan gajinya. Termasuk para guru, hingga Januari ini belum menerima tunjangan sertifikasi Triwulan 4 Tahun 2016 yang harusnya paling lambat dibayar pada akhir tahun kemarin.
“Iya kami belum gajian, biasanya tanggal satu gaji sudah masuk tapi sampai sekarang (Jumat-red) belum cair juga,” kata seorang PNS bertugas di Kantor Bupati Bateng yang meminta namanya tidak ditulis, kepada Rakyat Pos akhir pekan kemarin.
Hal senada disampaikan oknum guru honorer di kabupaten itu. Menurutnya, jangankan honor untuk para honorer, gaji PNS saja belum dibayarkan Pemkab Bateng. Termasuk tunjangan sertifikasi bagi para guru yang sudah dicairkan kabupaten lain pada Desember 2016, tapi belum dibayar Pemkab Bateng hingga Januari 2017 ini.
“Kami tidak tau apa sebabnya sampai sekarang (Sabtu), belum dibayar. Kalau sertifikasi itu harusnya sudah dibayar Desember, tapi sampai sekarang belum dibayar, mana bayar kredit sudah nunggu,” keluhnya.
Belum dibayarnya gaji dan tunjangan sertifikasi guru ini pun mulai ramai dibicarakan di akun Facebook. Salah satunya di akun Facebook milik Yanto Suryadi Suryadi. Dalam akunnya, ditulis “Kabarnya sertifikasi guru triwulan 4 tahun 2016 di kabupaten bangka tengah sampai hari ini dak cair juga. Alasan dari DIKNAS Bateng karena defisit jadi dananya belum dapat dicairkan. Padahal dikabupaten lain sudah lama cairnya. Kemana dana sertifikasi guru tersebut. Karena dana tersebut dari apbn dan sudah lama dicairkan ke kas daerah kabupaten/kota diseluruh Indonesia, tapi di bangka tengah sampai hari ini belum juga dicairkan. Mohon pencerahannya?,” tulis akun Yanto Suryadi Suryadi yang diunggah Minggu (8/1/2017).
Tulisan ini sudah dibagikan 3 kali oleh pemilik akun lain dengan 40 emoji dan 10 komentar hingga tadi malam pukul 22.00 WIB. Akun Rudi Hentoni mengomentari dan membenarkan bahwa tunjangan sertifikasi para guru di Bateng belum dibayarkan.
“Benar sekali bung yanto, kakak saya salah satu guru di bangka tengah, ia mengatakan sampai sekarang duit sertifikasi belum cair juga, mana gaji lah habis dipotong utang bank, mane libur kemaren anak ikut jalan2keluar babel, laki hnya tukang kuli(kdng ade gawe kdng. Dak). Pening!!, katanya, jadi calon peminpin hendaknya bijak, guru pahlawan tanda jasakita bisa sprti skrg karena guru, , teganya, teganya, gaji sdh kecil, sertifikasi dak jelas,always say lie, not leader,” tulisnya.
Komentar lain juga bermunculan, seperti dituliskan Panjiasmoro Bangun, “Duh…guruku sayang guruku malang.” Sedangkan akun Babel Bergema menyindir dan mengkritik kebijakan Pemkab Bateng yang tergantung pada seseorang. “Kunci lemari es e agik di bawa muter2 sama tuan muda ( ada apa sebenarnya???????………. ),” kata dia.
Komentar lebih pedas dan berbau politik dituliskan oleh akun Khaidar Topan dalam Facebook. Sementara akun Salasito Sito menulis, “Ada apa dengan mu bangka tengah ape belum memaadai bunga bank nya.”
Ada juga akun yang meragukan kebenaran informasi bahwa tunjangan sertifikasi guru itu belum dibayar. Akun itu milik Antoni Erwin. “KABARNYA….bkn HOAX kn,” tanyanya yang dijawab akun Rudi Hentoni, “Check aja bung antoni ke guru2 bateng atau diknasnya,” serta akun Khaidar Topan, “dijamin 100 persen fakta, bukan hoak.”
Sedangkan akun Indra Abu Hanifah menulis “Huahahaha…. Lha ngakal guru pulik gawe e…. Guru diakal…rakyat pun diakal…. Hutan di bateng lha kwasan HTI tp serajin kk ngasih bibit sahang….kyak mane masyarakat nk betanem sahang…ap nk nanem dijidat….,” tulisnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh ketika dikonfirmasi pun tak menampik bahwa gaji ribuan pegawai di Pemkab Bateng memang belum dibayar. Ia berdalih telatnya pembayar gaji tersebut dikarenakan imbas dari perubahan SOTK di Pemkab Bateng. Namun begitu ia berjanji dan menegaskan pada Senin (9/1/2017) hari ini gaji PNS dipastikan dibayar.
“Saya sudah tegaskan kepada petugas DPPKAD supaya mengurus dan memproses
pengajuan gaji dari masing-masing dinas. Paling lambat pada Senin, gaji pegawai harus dibayar,” kata Ibnu Saleh saat dikonfirmasi, Jum’at (6/1/2017).
Ia menyebutkan, keterlambatan pembayaran gaji pegawai itu bukan karena apa-apa, atau bukan karena tidak ada anggarannya. Namun, keterlambatan itu salah satunya disebabkan karena adanya perubahan perangkat daerah yang belum lama ini dikukuhkan.
“Salah satu sebab pegawai belum gajian karena ada perubahan perangkat daerah di Pemkab Bangka Tengah. Jadi, bukan karena enggak ada duitnya atau apalah,” ungkapnya.
Ibnu menegaskan, keterlambatan pembayaran gaji bukan berarti merendahkan pelayanan Pemerintah Bateng terhadap masyarakat. Namun, pelayanan tetap dijaga dengan pelayanan yang prima dan terbaik.
“Keterlambatan pembayaran gaji bukan berarti merendahkan pelayanan terhadap masyarakat, namun tetap harus ditingkatkan,” tuturnya.
Mantan Sekda Bateng yang kini menjabat Wakil Bupati ini berharap seluruh pegawai Bateng tetap bersabar atas keterlambatan pembayaran gaji tersebut. Yang pasti, ditekankan Ibnu Saleh pada Senin ini seluruh gaji segera dibayar.
“Tak ada kata dak dibayar pada hari Senin kelak (nanti), saya pun sudah tanya ke bagian keuangannya agar berkasnya segera diproses cepat,” pungkasnya. (ran/red/1)

Related posts