Sudah 3 Mayat Ditemukan di Perairan Mentok

  • Whatsapp
Jasad manusia ditemukan nelayan terombang-ambing di perairan Belo Mentok, Minggu (24/11/2019). Penemuan mayat tanpa identitas ini, merupakan yang ketiga secara berturut-turut sejak Jumat lalu. (foto: Hendra Irawan)

Kondisi Tidak Utuh dan Sulit Dikenali

MENTOK – Mayat tanpa identitas kembali ditemukan warga di perairan Belo Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat Minggu (24/11/2019). Dengan demikian dalam tiga hari terakhir dimulai sejak Jumat (22/11/2019), sudah 3 mayat tanpa identitas ditemukan secara berturut-turut di perairan laut Mentok.

Read More

Seperti penemuan dua mayat sebelumnya, kondisi mayat ketiga juga sudah tidak utuh dan sulit dikenali. Bahkan mayat yang pertama kali ditemukan tanpa kepala. Sat Polair Polres Bangka Barat langsung mengevakuasi mayat ke dermaga pelabuhan kapal cepat Tanjung Kalian untuk segera dibawa ke RSUD Sejiran Setason Mentok.

Kapolres Bangka Barat AKBP M Adenan AS melalui Kasat Polair Iptu Ferry Gunadi, mengatakan ini temuan jasad tanpa identitas yang ketiga kalinya. Jasad ditemukan terombang ambing disekitar Perairan Belo Laut.

Pihaknya kata Feri, mendapat informasi dari nelayan bahwa ada mayat terombang ambing di perairan Belo. Ini jasad ketiga yang ditemukan. “Jam tujuh malam tadi jasad berhasil kita evakuasi,” kata Fery Minggu (24/11/2019).

Seperti dilansir, sesosok mayat tanpa kepala ditemukan warga di Pantai Tembelok Kampung Mentok Asin, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat sore (22/11/2019) sekitar pukul 15.30 Wib.

Mayat yang sudah dalam keadaan hancur itu, pertama kali ditemukan Dayang (11) saat sedang bermain di kawasan Pantai Tembelok. Selain tanpa kepala, kondisi bagian tubuh mayat lainnya seperti tangan dan kaki juga telah terpisah.

Informasi yang diperoleh wartawan, kronologis ditemukan mayat yang diduga berjenis kelamin laki-laki ini bermula saat Dayang bermain sendirian di bibir pantai. Bocah itu tiba-tiba terkejut melihat sosok mayat di tepi pantai. Sontak ia langsung berlari menuju pondok tempat keluarganya bertamsya untuk memberitahu ayahnya, Rusmadi alias Batet.

Lantas, sang ayah menghampiri untuk memastikan temuan anaknya. Benar saja seonggok tubuh manusia yang sudah hancur terbaring. Penemuan mayat ini langsung dilaporkan Batet kepada ketua RT setempat yang diteruskan ke polisi.

Tak berselang lama, anggota Polres Bangka Barat dan Polsek Mentok yang menerima laporan, kemudian mendatangi lokasi sekaligus melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan sekitar 100 meter dari mayat tersebut, ditemukan lagi potongan tangan.

Kapolsek Mentok AKP Alfian Ali, seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Muhammad Adenan mengatakan, penemuan mayat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (wan/6)

Related posts