Stabilitas Harga Sembako di Bulan Ramadhan

  • Whatsapp

Oleh: Christina Ester M Hutabarat
Alumni Pascasarjana ITB dan Pegiat Sosial

Harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik semenjak memasuki bulan Ramadhan. Meski tidak mengalami kenaikan yang drastis, tapi cenderung menjadi kasus penting yang harus dijaga oleh pemerintah bahkan seluruh lapisan masyarakat. Ditelusuri dari tahun ke tahun hal ini kerap terjadi meski tidak dalam jumlah besar. Hal tersebut memacu konsentrasi pemerintah agar mampu menangani strategi pengamanan stok dan harga bahan pokok di pasaran.
Memasuki minggu pertama puasa, pergerakan harga bahan pokok masih terkendali. Pasokan bahan pokok sering sekali tersendat apabila pasokan bahan mentah mengalami penurunan. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan melakukan banyak upaya, sehingga masyarakat tidak mengalami keresahan akibat melonjaknya harga bahan pokok untuk pemenuhan hidup sehari-hari. Meski tidak bisa dipastikan apakah harga tersebut bisa terkendali menjelang lebaran. Mengingat berdasarkan data-data sebelumnya, tingkat inflasi kenaikan harga bahan pokok selalu mencapai harga yang tinggi pada saat puasa, lebaran, dan tahun baru.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan di salah satu pasar di Jakarta Utara, sayuran mengalami kenaikan harga sekitar Rp1.000-2.000, selain itu bawang merah, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan. Harga timun yang biasanya Rp. 8.000 menjadi Rp. 10.000. Begitu juga dengan harga tomat yang mengalami kenaikan dari harga biasa. Bahkan yang lebih drastis ialah kenaikan harga bawang putih. Padahal harga tersebut masih di awal bulan puasa, yang mungkin saja masih akan mengalami kenaikan menjelang lebaran.
Meski begitu Pemerintah pun gencar melakukan upaya-upaya untuk menjaga kestabilan pasar penyedia bahan pokok. Pendataan ketersediaan dan stabilitas harga dilakukan secara berkala guna mengantisipasi apabila ada kecurangan yang dilakukan oknum tertentu untuk menekan harga pasar. Upaya penetrasi pasar ke pasar menjelang lebaran sangat penting dilakukan, sehingga bisa dipastikan pasokan kebutuhan pokok masuk dalam kategori aman. Kenaikan harga tidak akan sampai meresahkan masyarakat terkhusus yang ekonominya menengah ke bawah.
Berdasarkan Rapat Koordinasi Nasional Barang Kebutuhan Pokok yang diadakan di Bandung pada tanggal 20 Maret 2019, dihasilkan lima strategi pengamanan harga bahan pokok selama bulan puasa dan lebaran. Pertemuan yang dihadiri oleh pemerintah daerah, instansi yang terkait, dan juga pelaku usaha barang kebutuhan pokok tersebut mengarahkan bahwa strategi yang dilakukan mampu dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia.
Bahkan dipertegas oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam Rakornas tersebut bahwa setiap pemerintah daerah harus bekerja sama dan menginstruksikan bahwa pengawasan dan pengamanan yang dilakukan harus mampu meminimalkan keresahakan seluruh masyarakat Indonesia terhadap melonjaknya harga bahan pokok.
Adapun lima strategi yang dihasilkan pada saat Rakornas ialah: Pertama, pemerintah secara keseluruhan memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pokok secara intensif. Kedua, pemerintah harus menjaga kelancaran pendistribusian bahan pokok di setiap pasar yang ada. Ketiga, pemerintah mengidentifikasi jumlah stok bahan pokok yang ada dan mengetahui ketahanannya sehingga dapat diantisipasi dalam hal stok barang. Keempat, pemerintah harus mengawal kelancaran distribusi beras medium Bulog di pasar-pasar rakyat secara menyeluruh sampai ke pelosok Indonesia. Kelima, pemerintah membantu kelancaran rapat koordinasi daerah guna membahas mengenai langkah-langkah dalam menetrasi pasar sepanjang bulan puasa dan lebaran.
Adapun kelima strategi di atas dilakukan agar pemerintah dan masyarakat bersama-sama mampu menjaga kestabilan harga bahan pokok selama bulan puasa dan lebaran. Pemenuhan stok dan pasokan bahan pokok dilakukan secara berkala dan teratur, sehingga kondisi pasar tetap stabil meskipun ada kenaikan harga yang tidak terlalu tinggi, yang tidak dapat dihindarkan. Kelangkaan barang akibat sulitnya bahan pokok, atau bahkan “macetnya” pendistribusian dapat segera ditangani dengan bijak oleh oknum yang terlibat termasuk pemerintah dan masyarakat tanpa terkecuali.
Kehadiran pemerintah dalam penanganan masalah harga dan pasokan bahan pokok menjadi bukti bahwa pemerintah sangat peduli terhadap masyarakat secara keseluruhan. Sehingga selama bulan puasa dan lebaran masyarakat tidak terbebani dengan naiknya harga bahan-bahan pokok di pasaran yang memicu kepanikan dan kericuhan di sana sini. Upaya-upaya ini dilakukan dalam rangka menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk menjaga kecukupan stok dan pasokan barang kebutuhan di pasar, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang, tanpa terbebani naiknya harga pangan atau kelangkaan barang.
Stabilitas harga sembako ataupun bahan pokok lainnya adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, pedagang, petani, atau bahkan masyarakat secara umum mari bersama-sama menjaga keutuhan dan kestabilan harga pasar. Sebagai apapun kita, mari menindak segala kecurangan apapun yang kita temui di lapangan, misalnya importir yang gagal menjaga pasokan barang, menjaga agar distributor dan pedagang tidak mempermainkan harga, serta petani dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan setiap orang. (***).

Related posts