SSB Desa Puput Raih Juara 2 Nasional

  • Whatsapp
Tim SSB Desa Puput, Kabupaten Bangka Tengah (foto:istimewa)

Di Liga FOPSSI di Yogyakarta

PANGKALPINANG – Sekolah Sepak Bola (SSB) Desa Puput, Kabupaten Bangka Tengah yang mewakili Provinsi Bangka Belitung (Babel) dalam Kompetisi Nasional Liga Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOPSSI) di Yogyakarta. Di babak final, Sabtu (21/9/2019), SSB Desa Puput harus mengakui keunggulan SSB Riau.

Pelatih SSB Desa Puput, Rudi mengaku gembira dengan prestasi yang diraih anak-anak asuhnya. Apalagi, dia mengatakan, persaingan di Liga FOPSSI tahun ini teramat ketat karena diikuti sebanyak 48 tim dari 34 provinsi di Indonesia.

“Bagi saya tetap pembinaan pemain muda yang menjadi fokus utama. Ketika pembinaan sudah baik, prestasi akan hadir, ini juga sebuah kebanggaan bagi kami SSB Desa Puput dapat mewakili Provinsi Bangka Belitung,” ujar Rudi.

Menurut dia, SSB Desa Puput dalam tahun ini sudah menjuarai berapa kali kompetisi tingkat provinsi dan sekarang ini runner up tingkat nasional. Dalam kesempatan itu, Rudi berharap kepada pemerintah daerah lebih memperhatikan perkembangan SSB Desa Puput kedepannya.

“Kami selaku pengurus mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan support dan bantuan kepada SSB Desa Puput selama berlaga di kompetisi FOPSSI di Yogyakarta, terkhusus kepada Bapak Bupati Bangka Tengah, Koni, Bapak Haji Duk dan Bapak Beri Afrianto Ketua Asrama ISBA Yogyakarta,”bebernya.

Sementara itu, Haji Duk tokoh Masyarakat Desa Puput yang juga merupakan Bendahara Koperasi Lada Babel dengan didampingi Jubir ISBA Yogyakarta Aqbal Haikal mengungkapkan rasa bangga yang tak terhingga.

“Saya sudah berjanji pada pengurus SSB Desa Puput akan hadir dalam kegiatan ini dan akan membantu sekeras tenaga terlebih lagi SSB Desa Puput berlaga mewakili Babel di ajang nasional, intinya kita sangat bangga kepada prestasi adik adik kita selaku penerus sepak bola dan kita harapkan ketika dewasa mereka jadi pemain profesional yang bermain di klub-klub liga Indonesia terlebih di club daerah sendiri,”katanya.

“Ke depan kita ingin bupati dan gubernur lebih memperhatikan anak-anak kita agar generasi sepak bola Babel semakin berkembang sehingga support dari pemerintah harus lebih dari sebelumnya,”ujarnya. (bum/rls/10)

Related posts