Spesialis Penjambret Ditembak Polisi

  • Whatsapp
Tersangka NJ, pelaku spesialis penjambretan usai menjalani pengobatan karena ditembak kakinya oleh polisi, Sabtu (19/10/2019). Pelaku diciduk dini hari kemarin, dengan kasus jambret di tiga TKP. (Foto: Dedi Irawan)

Beraksi di 3 TKP, 4 Jam Berhasil Diciduk
10 Pelaku Pengeroyokan Ditangkap

TOBOALI – Tim Reskrim Polsek Toboali dipimpin langsung Kapolsek Toboali IPTU Yandrie C Akip bersama Kanit Reskirm Polres bangka Selatan, IPDA Rio Tarigan berhasil menangkap pelaku spesialis jambret, NJ (24) pada Sabtu (19/10/2019) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Selain menciduk tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dompet hitam, uang tunai Rp2.515.000,- KTP, ATM BRI, buku tabungan, dan kartu BPJS Kesehatan milik korban. Spesialis jambret ini diketahui meresahkan masyarakat dan telah beraksi di tiga tempat kejadian perkara (TKP) di Kabupaten Bangka Selatan.

Kabag Ops Polres Bangka Selatan, Kompol Rusnoto seizin Kapolres AKBP Ferdinand Suwarji mengungkapkan, penangkapan NJ berawal dari laporan korban yang telah dijambret oleh pelaku di Jalan Damai Toboali pada Jumat (18/10/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Berbekal laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku sekitar 4 jam setelah pejambretan. Petugas menangkap NJ di kediamannya di Jalan Inas Mulio Desa Keposang, Kecamatan Toboali, Sabtu (19/10/2019) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB atau 3 jam lebih setelah kejadian.

Setelah dilakukan penggeladahan di kediaman tersangka, polisi menemukan barang bukti tas abu abu, HP, KTP, SIM, BPJS serta beberapa surat yang merupakan barang-barang milik korban.
Dari interogasi yang dilakukan polisi, terungkap pula bahwa aksi serupa pernah dilakukan tersangka di Dusun Parit 7 Desa Keposang pada 30 September lalu.

Lalu, dijelaskan Kabag Ops, sekitar pukul 09.00 WIB, Tim Reskrim Polsek Toboali kembali melakukan pengembangan atas kasus serupa di TKP Dusun Pijal. Ketika itu, pelaku menjambret kalung emas korbannya seorang wanita.
Namun saat pengembangan ini, NJ berusaha melarikan diri sehingga petugas langsung mengambil tindakan terukur dengan menghadiahkan timah panas di kaki kanannya.

10 Pelaku Pengeroyokan
Sementara itu, Polsek Toboali akhir pecan kemarin meringkus 10 orang pelaku kasus pengeroyokan terhadap korban Meirando (21), warga Jalan Kemakmuran Toboali.

“Dari kasus pengeroyokan ini berhasil diamankan sepuluh orang pelaku dengan inisial KK, DD , Hgk, FJ, Agm, RD, RG, JM dan Rg serta dua pelaku yang masih dibawah umur yakni Yd dan Ivn,” kata Kabag Ops kepada wartawan di Toboali, Sabtu.
Ia menjelaskan aksi pengeroyokan terhadap Meirando terjadi pada Kamis malam (17/10/2019) sekira pukul 22.30 Wib di depan Masjid Al Istiqomah Jalan Merdeka, Toboali. Kronologisnya, rombongan pelaku menarik tangan dan langsung memukul kepala korban dengan menggunakan tangan hingga korban terjatuh.

“Setelah korban terjatuh rombongan pelaku langsung menginjak injak tubuh korban dengan menggunakan kaki secara berulang ulang, sehingga atas kejadian tersebut korban mengalami luka pada bagian kepala belakang, bagian leher, serta bagian tangan dan korban langsung melapor ke Mapolsek Toboali,” jelasnya.
Kabag Ops menambahkan, setelah mendapat laporan dengan LP/B- 642/X/HUK.1.2.1/2019/ BABEL/RES BASEL/SEK TOBOALI/SPK, tanggal 18 Oktober 2019, Kanit Res Polsek Toboali IPDA Rio Pranata Tarigan bersama Anggota Opsnal Polsek Toboali melakukan penyelidikan guna mencari keberadaan para pelaku.

“Setelah melakukan penyelidikan kemudian sekira pukul 12.30 Wib petugas berhasil mengamankan salah satu pelaku dengan inisial KK kemudian ikut juga diamankan para pelaku yang lain. Saat ini pelaku dibawa Mapolsek Toboali guna penyidikan lebuh lanjut,” kata dia.
Atas perbuatannya para pelaku pengeroyokan itu disangkakan melanggar Pasal 170 ayat 2 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama lima tahun enam bulan kurungan penjara.

Pencuri Vespa Takluk


Dilain pihak, anggota Buser Polres Pangkalpinang menciduk Haris (19) pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Gang Puncak, Desa Air Mesu Timur, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (17/10/2019).
Penangkapan pelaku yang dipimpin Aiptu Mardi Bule ini dibenarkan Kabag OPS Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang, saat dihubungi wartawan. Menurutnya, polisi melakukan pengejaran dan pengintaian di wilayah Desa Mesu sebelum menangkap pelaku.
“Pelaku sudah kita amankan di Polres Pangkalpinang,” katanya dalam konfirmasi, Sabtu (19/10/2019) malam.

Haris ditangkap berdasarkan laporan Suwondo yang telah kehilangan sepada motor Vespa warna Medium Blue BN 2382 PM. Korban melapor hilang motor pada 10 November 2018 lalu saat diparkir di samping SMA THB (Tunas Harapan Bangsa) Pangkalpinang.
Hampir setahun kasus pencurian ini tak terendus. Baru setelah polisi mendapat informasi warga, tim buser diturunkan untuk menangkap pelaku.

“Informasi warga yang melihat pelaku berasa di Desa Mesu Timur, dan langsung kami tindak lanjutkan dengan menurunkan Buser untuk melakukan penegakan hukum,” ujar Jadiman.
Pada saat diciduk, pelaku tidak berkutik dan dari hasil penangkapan, Polisi mendapatkan barang bukti satu unit motor vespa curian. Untuk mengelabui petugas, pelaku sengaja merubah warna cat sepeda motor dari biru menjadi merah.

Dalam interogasi polisi, Haris akhirnya mengakui telah mencuri motor Suwondo bersama dua orang rekannya. Dua pelaku lain yang kini dalam pencarian itu bertugas untuk mengawasi keadaan situasi di tempat pencurian sepeda motor. (raw/das/1)

Related posts