Sosialisasikan 4 Pilar MPR, Hudarni Ingin Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Whatsapp
Anggota MPR RI Hudarni Rani Hudarni menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Auditorium Rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (16/7/2020).

 

 

RAKYATPOS.COM, MERAWANG — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Bangka Belitung (Babel), Hudarni Rani, menginginkan agar masyarakat di era saat ini tetap mempedomani 4 pilar MPR RI, yang menjadi landasan idelogi bangsa Indonesia.

Ia menyebutkan, 4 pilar, mulai dari Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka tunggal Ika, merupakan pedoman dan arah atau petunjuk bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Baca Lainnya

“4 pilar MPR RI ini merupakan landasan bagi negara kita, ini harus betul-betul ditanamkan, jangan sampai tergerus oleh perkembangan teknologi, perkembangan zaman,” kata Hudarni, dalam sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Auditorium Rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (16/7/2020).

Sebagai senator ia menyebutkan, diamanahkan untuk mensosialisasikan 4 pilar ini kepada masyarakat luas.

Gubernur Babel periode 2002-2007 ini berharap, dengan sosialisasi ini, masyarakat tidak lupa akan 4 pilar, dan peserta sosialisasi diharapkan bisa memahami dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta menyampaikan informasi ini kepada keluarga, kerabat dan masyarakat.

“Memahami pancasila, memaknainya dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya berbicara yang sopan, beribadah sesuai agama masing-masing, yang sebetulnya sudah kita jalani,” tandasnya.

Apalagi di tengah pandemi ini, ia berharap masyarakat juga bisa menjalani kehidupan sesuai dengan aturan, pun demikian Pemerintah, bersama-sama mensejahterakan rakyatnya.

“Semuanya, pemahaman pancasila menjadi panutan, dengan cara-cara baik-baik mempedomani dalam kehidupan sehari-hari, dan memastikan pembangunan berjalan dengan baik, termasuk bersama melawan Corona,” tandasnya.

Dalam sosialisasi ini, turut menjadi narasumber Rektor UBB, Ibrahim, dan Dekan Fakuktas Hukum, Dwi Haryadi, dengan peserta para dosen, mahasiswa dan masyarakat.

Dalam paparannya, Rektor UBB, Ibrahim yang menamai paparannya dengan judul Pancasila Kontekstual ini menegaskan, di era saat ini banyak
sesat pikir atas kebebasan, fenomena negara dalam negara, pola persuasi dakwah yang tidak menentramkan, jejaring radikalisme, citizenship vs denizenship, dan lainnya.

“Menjadi tugas bersama, menjadi manusia pancasilais, apa upaya kita, salah satunya agar lebih bijak menggunakan medsos, predatory state, atau berhenti mencaci bangsa sendiri,” ajaknya.

Ia menambahkan, harus ditanamkan bahwa Pancasila bukan hanya teks tetapi juga, bukan berhala tapi arah, bukan sembah tapi jiwa, tuntutan bukan tontonan, bukan agama tapi cara bernegara, idealita juga realita.

Sementara, Dwi Haryadi juga mengajak untuk bersama menjaga keutuhan bangsa, meskipun ditengah problematika yang dihadapi bangsa.

“Sumbang saran yang harus kita lakukan adalah mebggairahkan religius ke ruang publik, bukan sekedar haji umroh atau ibadah rutin, hidup dengan adab, eksklusifitas ke inklusifitas, bermufakat singkirkan sekat, adil dan profesional,” pungkasnya.(nov)

Related posts