Sosial Budaya Indonesia Ada di Zona Rawan

  • Whatsapp

Tantri: Budaya Juga Harus Diprioritaskan Pemerintah
RRI Sungailiat Gelar Pagelaran Budaya

SUNGAILIAT – Radio Republik Indonesia (RRI) Sungailiat mengadakan pagelaran budaya
di halaman Kantor RRI Sungailiat, Senin malam (7/10/2019). Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 100 Kantor RRI se- Indonesia.

Dewan Pengawas RRI, Tantri Relatami pada kesempatan itu mengatakan pagelaran budaya menjadi salah satu program acara yang dilakukan secara masif melalui siaran Pro 4 RRI. Menurutnya, melalui acara itu mengingatkan kembali betapa kayanya Indonesia dengan berbagai budaya.

“Jika melihat indeks ketahanan saat ini, sosial budaya justru berada di zona rawan. Dengan pagelaran ini kita berharap supaya anak bangsa ini menyadari betapa kaya nya bangsa ini, ditumbuhkan lah pridenya (harga diri-red) itu,”katanya.

Khusus di wilayah Bangka Belitung, lanjut dia, memiliki kewajiban melakukan upaya untuk melestarikan kebudayaan yang ada. Pemerintah, tidak hanya harus memprioritaskan pembangunan fisik saja tetapi juga budaya. “Semaju majunya bangsa ini, adalah bangsa yang tetap menghargai budayanya,”imbuhnya.

Tantri juga mengatakan jika terdapat tiga negara yang menjadi pemicu berpengaruh dalam pergeseran budaya bangsa Indonesia, diantaranya Amerika dengan liberalnya, Tiongkok berbicara globalisasi dan Timur Tengah dengan banyaknya faham seperti Saudi Arabia dan Mesir.

“Kalo kita nggak cukup kuat untuk wawasan kebangsaan dan kebudayan maka bisa menjadi salah satu pemicu bergeser kebudayaan bangsa,”katanya.

Sementara itu, M. Rivai yang mewakili Gubernur Babel mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh RRI Sungailiat dengan tema “Dari Babel untuk Indonesia yang Lebih Baik”. Menurut dia, kegiatan pagelaran budaya penting dilakukan guna meningkatkan rasa toleransi dari keberagaman suku, rasa dan golongan yang ada di daerah.

“Berbicara masalah toleransi, disitu ada keberagaman yang mana di Babel ini belum pernah terjadi konflik yang mencuat ke permukaan,”katanya.

Rivai mencontohkan, untuk daerah ini dikenal sebagai kepulauan yang memiliki rasa toleransi yang tinggi dimana semua suku termasuk warga lainnya bersatu dan saling silaturahmi antarsesama.

“Saya pikir kegiatan ini tepat sekali. Dari berbagai macam pengalaman, toleransi di Provinsi Babel ini adalah miniatur provinsi di Indonesia yang mana di Babel ini dikenal dengan Tongin Fangin Tjit Tjong,”katanya.

Tak cuma itu saja, dua mengatakan dengan eratnya rasa toleransinya membuat pemerintah pusat mengakui bahwa Babel indeks demokrasinya berada di level 5 keatas. “Bahkan melalui penghargaan Pergerakan Indonesia Bersatu, Babel salah satunya mendapatkan penghargaan itu,” katanya.

Sementara itu, Pagelaran Budaya yang digelar RRI Sungailiat menampilkan tari sambut dari SMA Negeri 1 Pemali dan performance dari SMP Negeri 1 Belinyu serta grup musik ternama lokal Bangka Edi Sudrajat dan komedian lokal Munir.(2nd/10)

Related posts