by

Solar Dua Ton Diamankan

PANGKALPINANG – Jajaran Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil membongkar dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di Tambang 23 Kampung Parit Padang, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka pada Jumat (10/5/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.
Alhasil, dari pengungkapan kasus BBM ilegal ini, aparat kepolisian berhasil mengamankan dua orang yang kini tengah menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
Dua saksi ini, salah satunya bertindak sebagai pengerit, yakni Jojon (37), warga Jalan Jenderal Sudirman, Gang Mangkol, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka dan Dodi (33), warga Parit 7, Desa Air Ruay, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.
Pantauan Rakyat Pos, barang bukti berupa satu unit mobil box Mega Carry nomor polisi BN 8510 QB terparkir di halaman Gedung Ditreskrimsus Polda Babel.
Di dalam mobil tersebut bermuatan solar sebanyak 8 drum, jerigen, selang dan satu unit mesin air penyedot solar.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel, AKBP Indra Krismayadi melalui Kasubdit IV Tipiter, Kompol Siswantoro membenarkan bahwa adanya penangkapan solar subsidi tersebut.
“Iya, memang benar kami telah mengamankan sebanyak 8 drum BBM jenis solar atau sekitar 1.760 liter. Satu drumnya diperkirakan isinya sebanyak 220 liter,” ungkap Kasubdit dihubungi Rakyat Pos, Senin (23/5/2019).

Ia menuturkan solar tersebut dibeli dari SPBU Parit Padang Kecamatan Sungailiat dan SPBU Kenanga Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

“Solar ini mereka beli dari para pengerit lainnya di dua SPBU ini. Sedangkan pemilik usaha penampungan solar subsidi tersebut adalah saudara Rustam (50), warga Tambang 23 Kampung Parit Padang, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa pemilik solar subsidi tersebut untuk sementara ini diduga telah melanggar Pasal 55 Undang-undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas) Bumi.

“Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda
paling tinggi Rp60.000.000.000,” tandas Siswantoro. (bis/6)

Comment

BERITA TERBARU