Social Distancing Menjamin Kesehatan Bermasyarakat

  • Whatsapp

Namun adanya beberapa pencegahan ini masih saja masyarakat setempat berkeliaran di tempat umum dan tidak mematuhi setiap peraturan yang dianjurkan. Ternyata ini bukan cara yang efektif membangun pentingnya kesadaran masyarakat melakukan pencegahan penularan Covid-19. Apalagi setelah munculnya berita yang dilansir kompas.com pada 2020 Bangka Belitung yang dulunya berstatus berzona hijau kini menjadi zona merah. Hasil dari laboratorium yang salah satu PDP (pengawasan dalam pemantauan) dari Litbangkes Jakarta akhirnya keluar. Pasien yang bernomor 034 berusia 54 tahun yang diisolasi di Gedung B RSUD Marsidi Judono, Belitung dinyatakan positif terkena penyakit corona atau Covid-19.

Bupati Belitung Sahari mengumumkan bahwa ada satu pasien yang positif terjangkit penyakit Covid-19 di Kepulauan Bangka Belitung. Dengan adanya satu pasien yang telah terjangkit Covid-19 ini, status Provinsi Kepuluan Bangka Belitung berubah menjadi zona merah. Dengan kasus ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi yang ke-31 dalam kasus positif Covid-19 ini, ungkapnya.

Read More

Tidak hanya itu saja kasus yang mengebohkan masyarakat setempat, kini telah terjadi di beberapa hari yang lalu setelah kejadian itu muncul, ternyata terdapat 1 kasus di Bangka positif terkena covid-19. Sdr. Jufiter selaku Dokter di R.S Pusyandik Toboali Bangka Selatan sehubungan dengan meninggalnya pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Bangka selatan meninggal dunia di R.S Siloam Pangkalpinang. Sdr. Jupiter menjelaskan bahwa pasien yang meninggal dunia berumur 70 tahun itu berasal dari Toboali, Bangka Selatan.

Dari kejadian tersebut, kini mengalami peningkatan drastis akan kesadaran masyarakat.  Dengan banyaknya berita yang beredar ini menjadikan masyarakat waspada akan takut keluar rumah. Keadaan jalan raya mulai terasa sepi, tempat pasar dan toko mengalami penurunan pengunjung. Disini mulailah berdampak mati pada sektor ekonomi. Kini krisis ekonomi mulai melanda. Alat pencegahan Covid-19 berupa mengenakan masker kini mulai langka dan tidak dijual. Sterilizer yang berbahan alkohol pada telapak tangan untuk berjaga-jaga juga tidak ada stok untuk dijual. Meskipun ada yang menjual kini harganya meningkat. Keterbatasan ini menjadi sorotan, masyarakat antusias membuat peralatan keamanan dalam melindungi diri di rumahnya masing-masing.

Related posts