Soal Tiket Pesawat Mahal, Wagub Babel Tunggu Kebijakan Presiden

  • Whatsapp

 

Abdul Fatah

PANGKALPINANG– Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah menilai fenomena harga tiket pesawat mahal yang terjadi saat ini merupakan suatu kondisi yang aneh di Indonesia.

“Kita hanya bisa menunggu kebijakan presiden untuk gerakan selanjutnya, mudah-mudahan ada perubahan (harga tiket-red),” kata Fatah saat peresmian pujasera di areal parkir Bandar Udara Depati Amir Pangkalpinang, Senin (10/6/2019).

Persoalan tersebut, diakuinya merupakan permasalahan nasional yang harus dituntaskan oleh pemerintah pusat, namun persoalan ini berimbas pada pemerintah di daerah serta pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Ada kondisi yang aneh-aneh di negeri ini, pertama harga tiket katakanlah dari Surabaya ke Babel mau dua juta lebih sekali jalan, sementara ke Singapura hanya tujuh ratus ribu rupiah, kemudian dari Jakarta mau ke Pangkalpinang dan Palembang bisa sampai Rp 9 jutaan, Garuda,” katanya.

“Ini jelas memberikan pengaruh ke Babel, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi rakyat, melalui sektor informal, UMKM, juga perhotelan. Dengan kondisi ini banyak pengusaha yang melakukan pengurangan pegawai, ini kondisi yang terjadi,” ulasnya.

Dia menilai, daya mampu masyarakat yang bersumber dari para wisatawan menjadi jauh berkurang, karena yang datang berkunjung ke Babel turun, kemudian barang produk UMKM tidak terjual karena kebijakan bagasi dan sebagainya. (nov/10)

Related posts