Soal Penanganan Covid-19, Presiden Jokowi Jengkel, Semprot Seluruh Menterinya

  • Whatsapp

RAKYATPOS.COM, JAKARTA – Lambannya penggunaan anggaran dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, ternyata membuat Presiden Joko Widodo marah besar. Para menteri dinilai menganggap pandemi Covid-19 saat ini hal yang biasa-biasa saja. Padahal, menurutnya ini adalah kondisi krisis dan extraordinary.

“Suasana dalam tiga bulan ke belakangan dan kedepan mestinya yang ada suasana krisis. Kita juga mestinya semuanya yang hadir di sini sebagai pimpinan, sebagai penanggungjawab, kita yang berada di sini ini bertanggungjawab kepada 267 juta penduduk Indonesia. Tolong digarisbawahi dan perasaan itu tolong sama. Ada sense of crisis yang sama,” kata Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara yang dipubliksikan melalui Youtube Sepres, tiga jam lalu, Minggu 28 Juni 2020.

Presiden memberi arahan kepada seluruh anggota Kabinet Indonesia Maju terkait penanganan Covid-19, agar berhati-hati terhadap perkonomian Indonesia yang bakal terpuruk jika menaggap pandemi ini adalah hal yang biasa-biasa saja.

Baca Lainnya

“Hati-hati. OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development–Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) terakhir sehari dua hari yang lalu menyampaikan bahwa growth pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi 6, bisa sampai ke 7,6 persen, minus. Bank dunia menyampaikan bisa minus 5 persen. Perasaan ini harus sama, kita harus ngerti ini,” ucapnya.

“Jangan biasa-biasa saja, jangan linier, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita. Saya melihat masih banyak kita yang menganggap ini normal. Kalau saya lihat bapak ibu dan suadara-saudara masih ada yang melihat ini sebagai sebuah masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. (Saat) ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extraordinary. Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya, kalau ada yang berbeda satu saja sudah, berbahaya. Jadi tindakan-tindakan kita, keputusan-keputusan kita, kebijakan-kebijakan kita suasana adalah harus suasana krisis. Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja. Menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini,” tandasnya tampak emosi.

Mestinya kata Jokowi, suasana itu krisis ada semuanya dalam segala hal. Para kementerian jangan memakai hal-hal yang standar dalam suasana krisis.

“Manajemen krisis sudah berbeda semuanya mestinya. Kalau perlu kebijakan Perppu, ya Perppu saya keluarkan. Kalau perlu Perpres, Perpres saya keluarkan. Kalau saudara-saudara punya peraturan menteri, keluarkan untuk menangani negara, tanggungjawab kita kepada 267 juta rakyat kita. Saya lihat masih banyak kita ini yang masih seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya disitu, apa gak punya perasaan, ini suasana krisis,” tukasnya.

Dalam sidang itu tampak seluruh menteri dan pejabat tinggi negara hadir. Termasuk Wakil Presiden, Ma’ruf Amin dan jajaran menteri koordinator. (red)

Related posts