Soal Pasien Tak Mampu Bayar Biaya Persalinan, Ini Tanggapan Humas RSUD Sungailiat

  • Whatsapp
Siti Fajar (19) ibu kandung dari bayi yang ditawarkan diadopsi di medsos saat dirawat di RSUD Depati Bahrin, Sungailiat, Senin (24/6/2019). (foto: Zuesty Novianty)

SUNGAILIAT– Staf Humas RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Dita mengatakan pihak RSUD sudah menawarkan fasilitas Jampersal bagi pasien atasnama Siti Fajar (19) ibu bayi yang viral karena ditawarkan untuk diadopsi di Facebook. Tawaran tersebut, berdasar pengakuan Dita, berkali – kali ditolak oleh ayah bayi dengan alasan aneh.

Selain itu, dia menegaskan, apabila warga pendatang yang terkendala berkas administratif maka pihak RSUD pun bersama warga Lingkungan Nelayan Sungailiat sudah merampungkan berkas untuk keperluan Jampersal.

“Ini miss komunikasi saja. Biasanya kalau ada pasien seperti ini dan tidak memiliki BPJS kami akan menawarkan untuk menggunakan Jampersal. Setelah tiga hari BPJS akan diurus dan masuk tanggungan BPJS sehingga pasien tidak dikenakan biaya apapun,” kata Dita kepada wartawan, Senin (24/6/2019).

“Apalagi kalau bayi dirawat di ruang Nicu itu sehari bisa Rp3 juta. Tapi ketika pasien menggunakan BPJS dan Jampersal maka tidak ada biaya apapun dikenakan kepada pasien.Tapi ini aneh, ayah bayinya yang menolak ketika pihak RSUD menawarkan Jampersal,” beber Dita.

Baca juga: Viral ! Tak Mampu Bayar Biaya Persalinan, Bayi Ditawarkan untuk Diadopsi di Medsos

Dia menyayangkan tindakan oknum yang mengunggah kabar viral tersebut ke sosmed seakan-akan pihak RSUD menyulitkan kondisi pasien yang kurang mampu. Sedangkan dalam kasus ini, dia menegaskan pihak orangtua bayi lah yang kerap menolak ketika ditawarkan bantuan fasilitas yang meringankan beban pasien.

“Kenapa mereka tidak bercerita ke pihak medis. Malah bercerita kepada orang luar dan malah disebarkan ke sosmed. Itu sangat disayangkan. Padahal kasus seperti ini sering terjadi dan kami selalu menawarkan kemudahan kepada pasien yang tidak memiliki BPJS untuk menggunakan BPJS,”jelasnya.

Tak hanya itu, dari informasi yang dihimpun, bidan desa yang tinggal di dekat kontrakan Siti Hajar pun berkali kali menjelaskan Jampersal kepada pasien sebelum melahirkan namun pasangan suami istri tersebut tetap menolak untuk paham dan menerima tawaran.

Bahkan, warga disekitar lingkungan tempat Siti tinggal pun berduyun duyun datang ke RSUD untuk melihat kondisi bayi dan membantu mengurus berkas jampersal dan BPJS untuk memudahkan urusan biaya rumah sakit.

Warga sangat menyayangkan apabila bayi mungil tersebut akan diserahkan kepada orang lain seperti yang digembar gembor kan netizen saat ini.

Hingga kabar tersebut viral,  banyak pihak menghubungi nomor telepon yang tertera di akun Muhammad Rozani Saied. Bahkan ada pula warga yang langaung datang ke RSUD untuk melihat bayi mungil tersebut.

Diketahui juga, ada seorang dermawan yang hendak membantu melunaskan biaya persalinan tanpa meminta bayi tersebut.

“Bukan saudara, tapi karena mereka tinggal di dekat kami maka kita gak mungkin diam lah. Kami sangat kecewa kalau bayi tersebut harus diberikan kepasa orang lain. Saya sudah kesini kesitu ngurus berkasnya. Tadi malam saya kaget dengar katanya bayinya sudah ada yang mau ambil,”sesal seorang warga yang datang ke RSUD Depati Bahrin.(2nd)

Related posts