Soal Ornamen China, PPP Bateng Bersuara

  • Whatsapp
foto ilustrasi

PANGKALANBARU – Partai Persatuan Pembangunan Bangka Tengah bersuara terkait persoalan ornamen china yang dilontarkan Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung Amri Cahyadi beberapa waktu lalu.
Sekretaris DPC PPP Bangka Tengah, Apri Panzupi mengatakan statement Amri adalah hal yang lumrah. Apa yang disampaikan oleh Amri Cahyadi, tidaklah terlalu berlebihan.

“Pro kontra dari sebuah statement, saya pikir itu hal yang lumrah. Apalagi itu disampaikan oleh seorang politisi sekaliber pak Amri Cahyadi,”ujar Apri kepada Rakyatpos, Senin (13/1/2020) di Pantai Telapak Antu, Desa Batu Belubang, Bangka Tengah.
Anggota DPRD Bangka Tengah itu menjelaskan yang dimaksud Amri itu mungkin penempatan ornamen sebuah budaya tertentu yang tidak pada tempatnya, misalnya di suatu area publik, sehingga tidak ada kesesuaian terhadap pola ruang yang ada.

Read More

“Oleh karena itu sangat wajar beliau sebagai Pimpinan DPRD Babel mengingatkan Pemprov Babel agar memperhatikan hal tersebut, agar ada filter dan penetrasi melalui sebuah regulasi. Dan itu memang tugas DPRD, fungsi pengawasan sebagai Anggota Dewan,” jelasnya.

Diakui mantan Wakil Ketua DPRD Bangka Tengah ini, Amri juga menyertakan sebuah contoh bangunan yang berada di area publik di Sungailiat, yang notabenenya adalah Dapilnya. “Yang Insya Allah beliau paham arena beliau. Dan statemennya pun tetap masih menggunakan bahasa yang santun, misalnya, masih menggunakan istilah ‘bila perlu’, ‘inventarisir terlebih dahulu’ dan itu hanya untuk area publik dan bukan area privat seperti rumah ibadah dan rumah pribadi,” tegasnya.

Amri juga menyayangkan terkait komentar Mehoa yang notabenenya adalah Ketua DPRD Bateng.
“Saya paham semangatnya seorang politisi perempuan yang enerjik, namun saya pikir mencermati sebuah statement itu harus secara utuh,” katanya.

Dia mengatakan tapi tak apalah, mungkin Mehoa ini saking semangatnya, sehingga lupa membaca konstektualnya secara utuh, sehingga kontennya tidak dapat.
“Mohon maaf istilah yang digunakan pun ‘makan boleh sembarang, bicara jangan’ saya pikir itu sebuah istilah yang tidak equal sehingga terkesan dan cenderung minim edukasi,” sebut Apri.
Apri menambahkan dirinya berteman berteman banyak dengan kader-kader dan politisi PDIP, bahkan beberapa waktu yang lalu sempat dikunjungi Andre Ristian, Ketua Bappilu DPC PDIP Bateng.

“Kami diskusi banyak hal, bertukar gagasan, termasuk menyampaikan bahwa, PDIP Bateng sampaikan niat untuk berjuang bersama PPP di Pilkada Bateng 2020,” ucapnya.
“Melalui momen yang sangat berharga ini, izinkan saya mengimbau dewan adat Babel, terkait dinamika kebudayaan di Babel ini. Dan saya pikir ini juga PR buat Dewan Adat Babel, apakah memang sudah ada suatu kesepakatan, terkait asimilasi/pembauran dua kebudayaan di Babel,” tukasnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi menilai ada upaya masif yang dilakukan oleh Negara China untuk melakukan aneksasi (pencaplokan) kultural di wilayah Babel.

Hal itu disampaikan dia, mengingat banyaknya ornamen-ornamen China yang dibangun di wilayah Babel dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
“Sepertinya sudah ada upaya masif untuk melakukan pencaplokan secara kultural, dimana dengan banyaknya pembangunan ornamen-ornamen China di Kepulauan Bangka Belitung yang berupa puluhan gapura, gerbang, tempat pemujaan patung, dan simbol-simbol China,” kata Amri di ruang kerjanya, Kamis (9/1/2020).
Menurut dia, pembangunan ornamen-ornamen itu hanya sebuah kamuflase untuk meningkatkan pariwisata di Babel. Padahal versi dia, hal itu merupakan salah satu upaya Negara China untuk menganeksasi wilayah Babel secara kultural.

“Ini kan ornamen-ornamen yang seolah-olah dibangun di sini dalam bentuk bantuan atau sumbangan dari China untuk meningkatkan pariwisata. Seolah-olah begitu. Tetapi ini sebetulnya upaya pencaplokan secara kultural, sehingga mereka (China-red) bisa klaim bahwa Indonesia sudah banyak dimasuki oleh China,” ujarnya.
Adanya upaya pencaplokan di wilayah Babel ini, diungkapkan dia, sama kondisinya dengan Kepulauan Riau tepatnya di Laut Natuna yang saat ini diklaim sepihak oleh Negara China, sehingga kejadian ini menimbulkan keprihatinan dalam dirinya.

“Saya prihatin atas upaya pencaplokan secara fisik yang dilakukan oleh China terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Natuna,” ucapnya.
Karenanya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Babel ini mengimbau dan meminta keras agar pemerintah daerah dapat menginventarisir dan membongkar ornamen-ornamen tersebut yang diduga merupakan bantuan atau sumbangan dari Negara China.

“Mengajak pemerintah kita, dimulai dari pemerintah provinsi bersepakat untuk melakukan pembongkaran terhadap ornamen-ornamen yang dibangun di wilayah kita, kecuali rumah-rumah ibadah. Beda kalau rumah ibadah, rumah ibadah kan memang ada aturannya,” tukas Amri.

“Oleh karena itu, mari kita sadar, dan sekali lagi saya mengimbau kepada pemerintah daerah kita khususnya pemerintah pusat untuk mencermati ini, jangan sampai kita tetap bisu, diam dengan upaya-upaya yang secara masif untuk melakukan penjajahan di daerah kita ini,” pungkas mantan Calon Wakil Bupati Bangka ini. (bum/6)

Related posts