Soal Dugaan Beasiswa STPN Disunat, Kadisdik Bangka : Saya Baru 10 Hari, Sabar Ya

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bangka, Andi Hudirman

SUNGAILIAT – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bangka, Andi Hudirman mengaku terkejut dengan munculnya masalah dugaan pemotongan beasiswa mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) utusan daerah Kabupaten Bangka tahun 2016.

Andi yang baru 10 hari menjabat kepala dinas pendidikan dan kebudayaan ini menyebutkan akan memanggil staf dan pegawai yang mengurus pencairan dana beasiswa untuk memeriksa berkas penerima beasiswa tahun 2016 tersebut.

“Bapak belum bisa kasih keterangan. Ini baru bapak panggil staf yang mengurus program tersebut. Bapak mau lihat datanya. Mau tau apa masalahnya. Sabar ya. Bapak baru 10 hari disini. Ruangan aja belum hapal,”ujar Andi saat dikonfirmasi via ponsel, Selasa sore (21/5/2019).

Dia berharap apabila ada program beasiswa yang dinilai janggal pada tahun – tahun sebelumnya dapat langsung menginformasikan kepada dirinya sehingga dapat memeriksa permasalahan yang terjadi.

“Bapak malah butuh info – info kalo memang ade yang aneh. Jadi sabar ok. Bapak periksaken dulu. Biar bapak panggil staf e. Jadi kite tahu ape masalah e,”ujarnya.

Baca juga: Beasiswa STPN Hanya Dibayar Separuh, DPRD Bangka Cium Aroma Kejanggalan

Namun, dari informasi yang dihimpun Rakyat Pos, kasus kejanggalan beasiswa di Kabupaten Bangka ini sepertinya tak hanya dialami alumni STPN saja. Sebanyak puluhan alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang lulus pada tahun 2017 turut mengeluhkan teknis pencairan beasiswa yang nilainya berubah ubah dan waktu pencairan tak jelas.

Salah seorang alumni UPI kepada wartawan menceritakan harusnya mereka menerima uang saku sebesar
Rp.10.500.000 per semester dan katanya uang semester juga yang langsung disetor dinas ke kampus. Menurutnya lagi, ada yang bilang uang semester itu Rp10 juta tapi ketika dicek ternyata uang semester hanya Rp3,5juta.

“Keluhan lainnya pada semester – semester 6 ke atasnya. Pencairan sudah gak jelas lagi. Tersendat – sendat dan makin mengecil jadi ada yang Rp7 juta dan ada yang Rp6 juta,” katanya.

Dia menerangkan, awalnya yang melakukan proses pencairan dana beasiswa itu adalah orangtua mahasiswa dan seiring waktu pencairan langsung ditransfer ke rekening mahasiswa.

“Ya sebenernya kami juga sudah terima kasih karena sudah dibiayai pemerintah hingga selesai kuliah. Tapi kami cuma mempertanyakan saja. Bahkan ada salah orang tua kami yang marah – marah karena dana beasiswa mulai tersendat – sendat,”ujar alumni UPI yang lulus tahun 2017 ini. (2nd)

Related posts