SMPN 3 Toboali Gelar Workshop Penyusunan Dokumen SPMI

  • Whatsapp
Peserta Workshop Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pengimbasannya foto bersama. (foto: dedy).

TOBOALI – Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Toboali sebagai sekolah model menyelenggarakan Workshop Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pengimbasannya.

Acara ini berlangsung selama 3 hari, yaitu mulai 7 sampai dengan 9 Oktober 2019 bertempat di ruang Ruru SMPN 3 Toboali yang beralamat di Jalan Ki Hajar Dewantara SPC Rias Toboali Bangka Selatan.

Turut serta dalam kegiatan ini sekolah-sekolah imbas yakni SMPN 6 Toboali, SMPN 7 Toboali dan SMPN 8 Toboali yang masing-masing mengirim 4 peserta.

Hadir dalam pembukaan kegiatan, Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan Ardiansyah, Pengawas SMP Binsar Lubis dan Supardi.

Sedangkan Narasumber pada Workshop adalah Ali Ansori dari LPMP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Sekolah SMPN 3 Toboali Siti Khalimi dalam sambutannya mengungkapkan terima kasihnya kepada peserta, nara sumber dan panitia kegiatan. Dengan Workshop ini, kata dia, diharapkan sekolah-sekolah yang menjadi peserta akan lebih meningkat mutunya, sehingga kualitas peserta didik akan menjadi lebih baik.

Siti juga berharap tahun yang akan datang sekolah-sekolah imbas akan menyusul menjadi sekolah model.

Sementara itu, Ardiansyah Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten yang juga membuka kegiatan, berharap Workshop menambah motivasi untuk kemajuan sekolah dan peserta didik di masing-masing sekolah.

Ia secara khusus juga mengapresiasi program andalan LPMP yaitu SPMI. Selain itu, dia mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan fasilitas untuk proses kegiatan belajar mengajar.

“Indikator kelemahan kita adalah pada UN. Mari kita semua action bukan lagi sibuk berteori. Pengawas, Kepsek, Wakasek dan guru harus saling bersinergi demi kemajuan pendidikan. Guru adalah ujung tombak kemajuan pendidikan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ali Ansori yang bertindak sebagai narasumber memberikan gambaran tentang pentingnya peningkatan standar mutu sekolah. “Dari 64 negara di dunia, Indonesia berada pada urutan 62 dalam hal mutu pendidikan. Tentunya ini sangat memprihatinkan dan merupakan tantangan bagi kita semua,” ujarnya.

Ali juga mengingatkan, pada tahun 2045 Indonesia mendapat bonus demografi, yang artinya pada tahun tersebut sebagian penduduk Indonesia berada pada usia 30 sampai 40 tahun atau usia produktif. “Untuk itu kita wajib menyiapkan generasi penerus ini agar mampu bersaing di kancah dunia,” tandas Ali.

Agus Bachtiar Kurniawan guru SMPN 3 Toboali yang merupakan salah satu peserta workshop mengaku sangat beruntung bisa mengikuti kegiatan ini.

“Semula kita kurang mengetahui apa itu SPMI, Pemetaan mutu sekolah, RKAS, perbaikan proses pembelajaran yang memenuhi standar mutu serta monitoring evaluasi. Sekarang, saya beserta tim yang dibentuk oleh sekolah bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar sekolah kita layak dan memenuhi syarat di sebut sebagai sekolah model,” tutup Agus. (raw/3)

Related posts