SMKN 4 Miliki Kapal Latih 18 GT

  • Whatsapp
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman bersama dua siswa SMKN 4 saat uji coba kapal latih di kawasan Pangkalbalam, Selasa (14/1/2020).(foto: Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG -Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Pelayaran dan Perikanan Kota Pangkalpinang, kini mempunyai kapal latih berkapasitas 18 gross ton yang dilaunching oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman didampingi Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh yang mencoba menaiki kapal ini dari TPI ke Pelabuhan Jeruk, Pangkalbalam, Selasa (14/1/2020).

Erzaldi menyebutkan, kapal yang dilengkapi berbagai peralatan ini dinamai Torani I, yang diambil dari nama ikan kecil dikenal dengan kelincahannya, gesit dan terkadang tebang.

Read More

“Saya ingin camkan jiwa karakter ikan Torani ini kepada taruna, dengan adanya fasilitas kapal latih ini berharap SMKN 4 Perikanan dan Pelayaran dapat memberikan manfaat di bidang pendidikan menjadi siswa yang siap bekerja,” kata Erzaldi usai uji coba kapal tersebut.

Ia mengatakan keberadaan kapal latih itu dapat mewujudkan tamatan SMK berkarakter, siap melaut dan siap bekerja di perusahaan-perusahaan penangkapan ikan dan kapal lainnya, baik di dalam maupun luar negeri. “Setiap 30 siswa harus melaut dengan memanfaatkan fasilitas kapal latih ini,” imbuhnya.

Kapal latih ini, katanya, merupakan kapal latih pertama, karena sebelumnya, SMK 4 tidak memiliki kapal latih dan hanya belajar melalui pembelajaran pada umumnya. Kapal ini dia meyakini dapat meningkatkan sumber daya manusia yakni keahlian para siswa.

“Saya meminta siswa lebih disiplin, di dalam kapal jangan pernah main-main, atur waktu, cari pengalaman yang baik,” pesannya.

Kepala SMKN 4 Pelayaran, Zulkifli mengatakan kapal latih berkapasitas 18 gros ton ini merupakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 yang diberikan kepada SMKN 4 Pangkalpinang.

“Kapal bantuan ini dilengkapi alat tangkap, navigasi dan disesuaikan dengan kurikulum untuk penggunaannya. Kami sangat berterimakasih sekali dan mudah-mudahan SDM kita jauh lebih unggul,” harapnya.

Gelar Uji BST

Sementara itu, pada bulan Agustus mendatang, uji basic safety training untuk wilayah Sumatera akan dilaksanakan sehingga SMK 4 tak hanya melatih siswa tapi upgrade kemampuan dan mendapatkan sertifikat.

“Tanpa sertifikat tidak bisa melaut, karena syaratnya punya sertifikat ini, Agustus nanti kita akan gelar,” tandasnya.

Tak hanya itu, lulusan SMK 4 juga ada yang mengikuti tes untuk bekerja di kapal dari Argentina dan China. (nov/10)

Related posts