by

Smartphone dan Jati Diri Anak Bangsa

-Opini-57 views


Oleh: Juraidah
Guru SMA N 1 Pemali, Kabupaten Bangka

Sebagai generasi yang terlahir di zaman milenial, kita tidak bisa menghindar dari kemajuan teknologi di era modernisasi saat ini. Kemajuan hasil peradaban manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna, yang memiliki akal untuk menghasilkan inovasi-inovasi mutakhir. Inovasi terkini pada bidang teknologi yang tercipta dari buah akal hasil dari pemikiran generasi modern yang berkeinginan untuk menghapus batas gerak manusia sebagai makhluk berakal.

Menghapus batas waktu, jarak, dan keterjangkauan yang menjadi penghambat kemajuan hubungan antar manusia di penjuru dunia. Inovasi teknologi komunikasi buah karya generasi milenial berhasil menciptakan alat komunikasi smartphone super canggih dengan berbagai aplikasi kemudahan pemenuhan kebutuhan manusia. Dunia tak berbatas termasuk Indonesia sebagai negara berkembang bagian dari bumi ini, yang tak lepas dari penikmat teknologi smartphone.

Negara dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa ini, memiliki penduduk usia muda lebih banyak, yang merupakan sasaran empuk pangsa pasar dunia. Sebagai negara berkembang, tentu Indonesia membutuhkan berbagai inovasi teknologi di berbagai bidang termasuk di bidang komunikasi. Pertanyaanya ialah, apakah semua teknologi bisa dipakai dan dikembangkan di Indonesia? Apakah semua aplikasi smartphone sesuai dengan karakter dan jati diri bangsa? Tidak semua aplikasi dalam smartphone sesuai karakter bangsa dan mempunyai nilai manfaat. Kita harus bisa melihat dampak negatif dan positif dari aplikasi tersebut terhadap generasi muda. Sekarang terlalu mudah untuk mengatakan kami anak milenial dan harus menguasai dan memanfaatkan semua teknologi yang ada tanpa berpikir asal usul serta budaya yang berlaku di Indonesia. Banyak aplikasi yang tidak sesuai dengan norma agama dan karakter bangsa. Itu yang terlupakan oleh generasi bangsa.

Tanpa sadar, smartphone telah mengubah generasi bangsa ini, menjadi generasi zombie yang telah kehilangan kesadaran akal sehat. Yang mengubah perilaku dan pola hidup menjadi terbalik dan tidak sehat. Kehidupan yang harusnya dinikmati sesuai dengan kodrat dan usianya sebagai manusia normal. Bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan membentuk karakter dan kepribadian yang kuat sebagai tonggak pembangunan bangsa malah menjadi budak teknologi serta menjadikan kita memiliki sifat individualistik.

Betapa tidak, harus diakui bahwa saat ini, bukan hal aneh ketika menghabiskan waktu berjam-jam dengan smartphone, melupakan waktu makan, belajar, bermain, beribadah, bersosialisasi, keluarga bahkan diri sendiri. Siang dijadikan malam, malam dijadikan siang, terkadang lupa siang lupa malam. Semua menjadi terbalik, lupa dengan dunia nyata gara-gara smartphone teknologi yang di klaim super canggih. Tidak ada yang lebih menarik bagi mereka selain smartphone.

Bahkan sebagian orang tua merasa smartphone adalah semacam dewa penolong dan solusi terbaik agar anak terbebas dari pengaruh buruk kenakalan dan perilaku menyimpang pada anak. Atau smartphone merupakan solusi terbaik dari ketidakmampuan orang tua mengasuh dan mendidik anak dari sisa waktu yang mereka miliki. Padahal, apabila kita analisis dan kaji secara mendalam, justru anak akan kehilangan jati diri sebagai generasi emas di masa pertumbuhannya, dimana waktu yang seharusnya mereka habiskan untuk bermain dan bersosialisasi dengan teman seusianya malah digantikan dengan perangkat bernama smartphone.

Masa yang akan membentuk karakter, kepribadian, rasa percaya diri, dan mental yang sempurna. Dimana masa anak-anak, remaja dan dewasa berkembang secara alami dan sempurna baik fisik maupun psikologisnya. Teknologi yang kita akan sebagai dewa penolong tersebut, tanpa kita sadari merupakan mesin menghancur masa depan generasi dan bangsa. Teknologi yang kita anggap solusi dari segalanya belum tentu sesuai dengan karakter dan budaya bangsa kalau tidak tepat guna.

Sadarkah kita, anak-anak merupakan harta yang paling berharga sebagai generasi penerus yang akan menjadi landasan pembangunan bangsa dari negara berkembang menjadi negara maju yang sejajar dengan bangsa pencipta teknologi super canggih tersebut. Oleh karena itu, merupakan tugas kita bersama untuk senantiasa mengawasi dan memilih teknologi yang tepat sesuai dengan perkembangan usia anak, agar kita tetap kukuh mempertahankan jati diri bangsa. (***).

Comment

BERITA TERBARU