Skema UMKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.(foto: iyas zi).

PANGKALPINANG- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) berupaya agar sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tetap eksis meskipun di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman menyebutkan salah satu gerakan yang bisa membuat UMKM tetap bertahan adalah dengan mengalakkan ASN berbelanja produk UMKM.

Pemprov, tambah dia, juga sudah mendata keberadaan UMKM yang dilakukan secara online. Pendataan secara online ini bisa dilakukan oleh UMKM dan datanya diterima langsung oleh kementerian.

“UMKM kita dorong agar bisa daftar kartu pra kerja. Kartu ini banyak manfaatnya bagi UMKM. Data ini sebagai acuan bagi pemerintah dalam mengambil langkah selanjutnya. UMKM yang sudah terdaftar bisa masuk sebagai kategori penerima bansos nontunai, sembako atau subsidi listrik,” jelas Erzaldi, Minggu (5/7/2020).

Baca Lainnya

Dia menambahkan, Pemprov Babel juga sudah mengambil langkah pasca pandemi karena UMKM adalah garda terdepan pergerakan ekonomi. Selain itu, pihaknya memiliki skema yang kedua, yakni insentif pajak bagi UMKM dengan omset dibawah Rp4,8 miliar per tahun yakni menurunkan PPh final untuk UMKM dari 0,5% menjadi 0% selama enam bulan (April-September 2020).

Sementara skema ketiga yaitu relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi pelaku UMKM seperti KUR, UMi, PNM Mekaar dan LPDB relaksasi dan restrukturisasi merukan penundaan angsuran bagi pelaku UMKM. “Jika ada kendala dalam hal ini, tolong informasikan ke dinas terkait agar bisa dikoordinasikan dengan pihak perbankan,” ujarnya.

Adapun skema keempat yaitu memberikan perluasan modal kerja bagi 23 juta UMKM yang belum terhubung dengan lembaga pembiayaan/perbankan. Sedangkan yang kelima, menurut dia yakni pemasaran. Pemasaran produk UMKM tidak senormal biasanya, dan pemerintah melalui Kemenko juga sudah membuat kerjasama dengan BUMN untuk menjadi offtaker terhadap produk UMKM.

“Kebijakan BUMN sebagai penyerap (offtaker) terhadap produk yang dihasilkan UMKM, dilakukan agar serapan baik produk UMKM tetap baik. Dan kita siapkan produk UMKM agar bisa dikurasi oleh Dinas KUKM sehingga bisa diterima oleh pihak BUMN,” sebutnya.

Selain menyampaikan lima skema tersebut, Erzaldi juga mengingatkan agar UMKM di Babel terdaftar dalam kartu prakerja atau terdata secara online. Selain itu, UMKM juga harus tetap semangat dan kreatif dalam menjalankan bisnisnya serta gencar melakukan pemasaran secara online.

“Pelaku UMKM di masa pandemi Covid-19 ini harus tetap semangat dan kreatif. UMKM harus ‘kawa’ agar bertahan dan mampu mengambil kesempatan agar bisa lebih maju dan bisa lebih maju lagi dari sebelumnya,” sarannya.(nov/10)

Related posts