Siswi Kelas 2 SD Digilir Tetangga

No comment 1705 views

Na, menuntun anaknya Bunga usai pemeriksaan di Polres Bangka Selatan, kemarin. Bunga adalah korban pencabulan dua lelaki dewasa yang kemarin sore belum ditangkap polisi. (Foto: Dedi Irawan)

Polisi belum Tangkap Pelaku
Masih Menunggu Visum Dokter

TOBOALI – Masa depan siswi kelas 2 salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini terancam suram. Pasalnya, kehormatan bocah perempuan ini, sebut saja Bunga (7) telah terenggut digilir dua pria dewasa yang diduga tetangga dekat rumahnya.
Terungkapnya aksi bejat tersebut, setelah korban beberapa hari terakhir terlihat sering mengeluh kesakitan saat buang air kecil. Selain itu, beberapa kali ibu korban, Na melihat anaknya buang air kecil berdiri karena tak kuat menahan rasa sakit.
Awalnya Bunga masih tak mengaku ketika ditanya ibunya. Namun setelah didesak akhirnya ia mengaku pernah dipaksa berhubungan badan oleh pria yang rumahnya tak begitu jauh dari kediaman korban, dengan imbalan uang.
“Dia sering bawa uang Rp10 ribu, tidak biasanya, karena kalau sekolah dia hanya diberi uang Rp 4 ribu saja. Dan waktu itu, setelah buang air kecil, ia mengadu sakit, dan buang air kecilnya berdiri. Kita curiga melihat gelagatnya akhirnya kita desak, ia mengaku pernah diajak ke rumah seorang laki-laki. Anak saya dikasih uang Rp10 ribu, katanya disuruh buka celana, dan laki-laki itu juga buka celana,” ungkap ibu korban di sela-sela pemeriksaan terhadap laporan korban di Polres Bangka Selatan, Minggu (12/11/2017).
Menurut pengakuan Bunga, aksi serupa juga pernah dilakukan seorang laki-laki lain terhadap dirinya. Atas perlakuan bejat tersebut, ibu Bunga melaporkan juga kejadian itu ke polisi sejak Sabtu (11/11/2017), akhir pekan kemarin.
“Kita sudah lapor Sabtu kemarin, tapi karena dokternya tidak ada, katanya libur, jadi hari ini disuruh datang lagi dan tadi dari pagi sudah diperiksa kembali, dan anak saya belum juga divisum, karena dokternya tidak ada pada hari libur sehingga visumnya dijadwalkan pada Senin (13/11/2017),” jelas Na.
Sementara itu, bibi Bunga yang ikut mendampingi pemeriksaan ke Polres Bangka Selatan berharap, pihak kepolisian segera menangkap dan mengusut kasus ini sehingga tidak ada korban-korban lainnya.
“Ya kita minta segera diusut, pelaku ditangkap, jadi jangan ada korban lainnya,” kata dia.
Senada dengan itu dikatakan Adi Abing, Ketua Karang Taruna Bangka Selatan dan aktivis nelayan, Kodi Midahri yang ikut mendampingi korban di Polres Bangka Selatan. Mereka berharap pihak kepolisian bertindak tegas dan segera menangkap pelaku dugaan persetubuhan terhadap anak kecil ini. (raw/1)

No Response

Leave a reply "Siswi Kelas 2 SD Digilir Tetangga"