Siswa Jangan Gaptek

  • Whatsapp

Padli: Ambil yang Positif, Negatif Tinggalkan

SUNGAILIAT -Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bangka, Padli meminta kepada siswa agar tidak gagap teknologi (gaptek) di era globalisasi. Saat ini seiring perkembangan teknologi yang berkembang pesat harus diikuti dan ambil positifnya oleh para siswa dan tinggalkan yang negatif.

Muat Lebih

“Sekarang kita ngomong hallo google, cepat muncul, mau positif ataupun negatifnya. Kita sama-sama dengan orangtua untuk mengawasi. Dengan adanya tekhnologi membantu dunia pendidikan,” kata Padli, Rabu (3/5/2017).

Dikemukakan Padli, karakter siswa, budi pekerti, sopan santun, etika dan ramah tamah perlu ditanamkan di sekolah, selain Kecerdasan Intelektual (IQ) juga harus diisi dengan Kecerdasan Spiritual (SQ).

Kepala SMPN 2 Sungailiat, Amran mengatakan siswa perlu dibentengi dengan agama agar mengetahui mana yang boleh, mana yang tidak baik.

“Misalnya melihat tidak baik itu haram. Kita programkan lewat komite, satu semester satu kali pelaksanaan SQ. Pembinaan psikologis anak dua kali dalam satu semester. Disamping menumbuhkan semangat anak, kita bisa mengetahui problema anak,” ujar Amran.

Menurutnya, pendidikan keluarga dan pengaruh digit perlu disampaikan semua kepada anak. Sekolah diharapkan membantu peserta didik menangani pengaruh perkembangan dunia digital melalui pendidikan keluarga.

“Pendidikan keluarga dari anak, guru dan orangtua dipanggil ke sekolah. Guru juga akan mengajar, orangtua mengajar dan orangtua jadi peserta didik. Kita akan buat program, materi sudah siap,” bebernya.

Dikemukakannya, pengaruh digital ini dapat membuat karakter anak akan berkurang karena anak dengan digital asik dengan dunianya sehingga menutup diri dengan lingkungan.

“Sepintar-pintar orang kalau tidak bisa bersosialisasi tidak ada gunanya. Apalagi lingkungan kota nomaden, berpindah-pindah. Kalau di kampung anak ikut ke kebun. Di kota, ada menyendiri ada kumpul-kumpul,” pungkasnya.(snt/10)

Pos terkait