by

Siswa Diajak Tukar Sampah dengan Perlengkapan Sekolah

Leader World Cleanup Day 2018 Bangka Belitung Gito bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Forum Anak Bangka Selatan, saat melayani seorang siswi yang akan menukarkan sampah plastik dengan perlengkapan sekolah yang mereka sediakan.(foto: dedi).

TOBOALI – Leader World Cleanup Day 2018 Bangka Belitung Gito bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Forum Anak Bangka Selatan menggelar kegiatan mengajak siswa untuk tukar sampah dengan perlengkapan sekolah.

Kegiatan itu diselenggarakan pada acara Car Free Day Minggu (15/7/2018) lalu di Jalan Sudirman Toboali.
Ini merupakan tahapan menuju 60 hari kegiatan aksi gotong royong sedunia World Cleanup Day 2018 yang akan dilaksanakan secara serentak 150 negara. Demikian dikatakan Gito kepada wartawan Senin (16/7/2018).

Menurutnya, suasana Car Free Day Bebas Sampah dan Road Show World Cleanup Day WCD Indonesia berlangsung sukses. “Hari libur sekolah kan sudah usai, sehingga kita mengajak adik-adik untuk mengumpulkan sampah dan menukarkan sampahnya dengan perlengkapan sekolah untuk membantu peralatannya sekolahnya,” jelas Gito.

Selain itu, aksi ini adalah untuk memberikan edukasi kepada adik-adik pelajar agar dapat memilah sampah dan menjadikan sampah bernilai.

“Aksi ini juga sekaligus promosi dan mengenalkan kepada adik-adik pelajar kegiatan aksi gotong royong sedunia, yang serentak dilakukan 150 negara, dengan gotong royong membersihkan sampah, selain kita dapat menjaga kebersihan serta kesehatan, sampah yang dikumpulkan juga bisa bermanfaat bagi adik-adik,” imbuhnya.

Ia merencanakan nantinya, pada jadwal Car Free Day bersama Dinas LH akan menggelar gotong royong dengan program barter sampah.

“Tema tukar sampahnya nanti berbeda, bisa dengan perlengkapan sekolah, bisa bumbu dapur ataupun minuman,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dewan Pembina Yayasan Bank Sampah Pondok Mandiri, Gito mewakili Bangka Belitung pada Leader Academi World Cleanup Day 2018 pada 6 – 9 Mei lalu. Kegiatan yang digelar di Wisma Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional Kementrian Pemuda RI ini berisi tentang training untuk seluruh leader di tiap provinsi se-Indonesia.

“Training ini berisi tentang gerakan aksi bersih sampah serempak 150 negara di dunia,” jelas Gito kepada wartawan Jumat (11/5/2018).

Rencananya gerakan ini akan digelar pada 15 September mendatang. Kegiatan ini akan melibatkan 5 persen penduduk bumi dan 13 juta penduduk di Indonesia termasuk Provinsi Bangka Belitung dan khususnya Bangka Selatan. Training ini melibatkan narasumber negara penggagas World Cleanup Day dengan negara Estonia melalui organisasi Lets Do It.

“Kita berharap masyarakat Babel dan Basel khususnya dapat mendukung dan berpartispasi pada gerakan aksi bersih internasional, kita kerahkan seluruh unsur masyarakat membersihkan sampah di sekitar kita tentunya. Mari ciptakan Basel bebas sampah,” pungkasnya. (raw/3)

Comment

BERITA TERBARU