Sistem Pembelajaran Jarak Jauh bagi Peserta Didik di Sekolah

  • Whatsapp

Oleh: Ratih Lidya, S.Pd – Guru SMA Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat, Babel

 

Semakin bertambahnya pasien positif virus corona atau Covid-19 dan ditetapkannya status pandemi oleh organisasi kesehatan Dunia (WHO). Di Indonesia  sudah berjumlah 227 kasus positif corona yang diberitakan oleh juru bicara kepresidenan penanganan virus corona di media televisi. Sehingga dalam sehari rata-rata bertambah 55 kasus. Di Bangka Belitung diberitakan sudah 9 orang yang suspect corona. Negara Arab saudi baru-baru ini mengambil kebijakan lain dengan menutup beberapa masjid-masjid untuk mencegah penyebaran virus corona. Hal tersebut juga berdampak di negara Indonesia.

Baca Lainnya

 

Dalam beberapa hari ini gubernur atau kepala daerah di setiap provinsi di Indonesia mengambil kebijakan. Salah satunya dengan meliburkan sekolah-sekolah. Sehingga setiap satuan dinas pendidikan mengambil langkah kebijakan untuk peserta didik mereka tidak melakukan pembelajaran di lingkungan sekolah. Mau tidak mau, suka tidak suka meskipun dengan berat hati, setiap satuan dinas pendidikan harus merelakan peserta didik mereka melakukan pembelajaran di rumah. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar dapat memutus rantai penyebaran virus corona. Tetapi untuk peserta didik SMA/SMK khususnya SMA Negeri 1 kelapa kelas XII tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasanya dikarenakan harus melaksanakan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dalam waktu dekat ini.

 

SMA Negeri 1 Kelapa adalah salah satu sekolah yang melaksanakan penerapan pembelajaran jarak jauh dalam 14 hari ke depan kepada peserta didiknya. Pembelajaran jarak jauh atau disebut juga pendidikan jarak jauh. Menurut wikipedia, pendidikan jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didiknya dan instrukturnya berada di lokasi terpisah,  sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Dengan kata lain, pendidikan jarak jauh adalah suatu kajian kependidikan yang terus berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Sehingga, pendidikan jarak jauh dipersepsikan sebagai inovasi dalam metode pembelajaran abad 21. Proses komunikasi antara peserta didik dan guru dilakukan melalui pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi. Salah satunya  internet yang terdapat pada smartphone atau handphone android yang hampir dimiliki oleh setiap peserta didik.

 

Dengan kemajuan teknologi sekarang, peserta didik SMA Negeri 1 Kelapa tetap belajar di rumah melalui penugasan dari masing-masing guru mata pelajaran melalui media pembelajaran online. Sehingga peserta didik tersebut tetap bisa belajar tanpa ketinggalan materi pelajaran. Guru-guru di SMA Negeri 1 Kelapa dapat memberikan tugas  melalui aplikasi whatsapp (WA), dengan begitu siswa dapat mencari materi tersebut melalui aplikasi google Indonesia. Apabila peserta didik tersebut tidak paham, maka mereka dapat berkomunikasi melalui WA atau menghubungi gurunya secara langsung lewat telepon. Guru-guru di SMA Negeri 1 Kelapa juga dapat mengirimkan media pembelajaran berupa gambar atau video sehingga pembelajaran online menjadi lebih interaktif.

 

Peserta didik SMA Negeri 1 Kelapa juga dapat mengakses ipusnas atau perpustakaan nasional sebagai referensi mereka dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Aplikasi pembelajaran lainnya yang dapat diakses peserta didik antara lain aplikasi rumah belajar, ruang guru, kelas pintar, microsoft, quipper, zenius, dan lain-lain. Kemajuan teknologi sekarang memungkinkan peserta didik untuk belajar sepenuhnya secara online sambil tetap bersosialisasi dengan teman sekelas, menonton ceramah dan berpartisipasi dalam diskusi. Selain itu, penerapan pembelajaran jarak jauh membutuhkan adanya pengawasan dari orang tua dalam pembelajaran di rumah dan memastikan putra putrinya melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah. Diharapkan pembelajaran jarak jauh ini dapat memberikan manfaat utama bisa memutus penyebaran virus Corona  atau yang disebut dengan Covid-19. Manfaat lainnya membiasakan siswa lebih mandiri, disiplin dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas mereka, menambah pengetahuan dan wawasan, proses pembelajaran dapat dilakukan tanpa dibatasi oleh keharusan guru dan siswa untuk berada di ruang dan waktu yang sama, dan materi ajar dalam bentuk tulisan yang dikemas secara digital memungkinkan siswa untuk dapat membaca kembali berulang-ulang informasi yang tercatat di dalamnya. (***)

Related posts