Sisi Positif Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Gurata Rajaguk-guk, S.Pd.
Guru SMA Negeri 1 Koba, Bangka Tengah, Babel

Melebihi artis papan atas dunia. Sebutan ini sangat cocok untuk pemberitaan Virus Corona yang kini menguasai pemberitaan semua media, baik televisi, surat kabar bahkan media elektronik. Berita politik yang biasa setiap hari kita dengar bak di telan bumi oleh karena masalah yang satu ini. Bagaimana tidak, penyakit yang disebabkan oleh coronavirus jenis terbaru ini, telah memakan ribuan korban jiwa di belahan bumi. Update terbaru virus corona menembus 151 negara, kemudian World Health Organization (WHO) mengumumkan Covid -19 sebagai pandemik global.

Pemerintah awalnya mengumumkan kasus pertama Virus Corona di Indonesia berawal dari Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang yang positif Corona mengunjungi Indonesia dan menemui kerabatnya di Depok. Dan kemudian menyebar begitu cepat, jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah. Oleh karena itu, Presiden Jokowi menghimbau  agar masyarakat melakukan kegiatan, belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah masing-masing. Disusul oleh kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan dua surat edaran terkait pecegahan dan penanganan covid-19 di lingkungan Kemendibud dan surat edaran nomor 3 Tahun 2020 tentang pencegahan covid-19 pada satuan pendidikan. Dalam imbauannya, Mendikbud menginstruksikan untuk segera mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS), pembersihan ruangan dan lingkungan secara rutin serta memonitor ketidakhadiran warga satuan pendidikan. Banyak yang berubah dari kebiasaan lama di sekolah seperti cara bersalaman, saling berbagi makanan menjadi sebuah  larangan untuk saat ini.

Read More

Namun hal itu tidak cukup untuk menyelesaikan masalah penyebaran covid-19, akhirnya Kemendikbud mengeluarkan kebijakan baru melalui Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020, meminta semua warga satuan pendidikan tidak kesekolah tapi Work From Home (WFH). Selain Work From Home, Social Distancing  juga dilakukan agar masyarakat menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak atar manusia dan menghindari berbagai pertemuan yangmelibatkan banyak orang. Perasaan bingung, cemas dan takut awal menjalani kebijakan Work From Home atau bekerja dari rumah untuk guru dan belajar dari rumah untuk murid.  Dilema itulah yang dialami oleh banyak orang bukan hanya dari kalangan guru, orang tua, tapi juga kalangan anak-anak.  Bagaimana tidak, karena mulai dirumahkannya murid, maka guru akan tetap memberikan pengajaran jarak jauh kepada murid. Dan sebaliknya murid juga akan belajar dari rumah yang akan dibimbing oleh orangtua atau wali. Proses pembelajan ataupun penyelesaian urusan administrasi dapat tetap berjalan memanfaatkan teknologi. Ini semua dilakukan dengan tujuan memperkecil penyebaran virus di lingungan sekolah. 14 hari adalah dimana kebanyakan orang bekerja, belajar bahkan beribadah semua dari rumah. Lantas pertanyaan setelah 14 hari kemudian, apakah Virus Corona ini akan hilang atau bangaimana? Kita hanya bisa berdoa agar dunia, khusunya bangsa kita ini dipulihkan dari Virus Corona.

Related posts