Sirkuit Berlumpur, MXGP Race 2 Batal

  • Whatsapp
BERLUMPUR – Lintasan yang becek dan berlumpur di sirkuit GOR Sahabudin Pangkalpinang menghentikan Race 2 MXGP Indonesia 2017 Seri Dua, Minggu siang. Banyak penonton kecewa, namun demi keselamatan para crosser dunia keputusan itu harus diambil. Tampak crosser jumping meski di lintasan berlumpur. Sementara rider Yamaha terlihat tertegun sebelum perlombaan dimulai.

Hujan Bikin Sirkuit Kubangan Lumpur
Opening Ceremony tak Meriah

Pangkalpinang – Entah tak disengaja atau memang didesain dengan penuh tantangan, sirkuit GOR Sahabuddin Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung dijuluki sebagai ‘kuburan’ bagi para crosser dalam balapan motocross Indo MXGP 2017 Seri Kedua, Minggu (5/3/2017). Sirkuit dadakan yang dibangun dalam kurun waktu sebulan ini, terpaksa membuat race kedua MXGP dibatalkan. Bahkan race kedua MX2 yang sedang berlangsung dihentikan, lantaran sirkuit sudah dipenuhi kubangan lumpur.
Hal ini seperti diungkapkan Arief, komentator balapan yang disiarkan langsung oleh Kompas TV, kemarin sore. Menurut dia, sirkuit yang dipenuhi lumpur dan kubangan menjadi tantangan bagi crosser. Selain itu juga membuat motor menjadi bekerja tidak maksimal.
“Ya, banyak kubangan, lumpur itu berbahaya, motor bisa berakibat fatal, bisa rusak, dan akhirnya Race Direction terpaksa menghentikan balapan di menit ke 23 race kedua MX2,” kata Arief.
Sebelum menjadi kubangan dan penuh lumpur, sirkuit masih bisa ditaklukkan oleh puluhan crosser baik untuk MX2 maupun MXGP pada race pertama. Namun setelah gelaran race pertama usai, kawasan GOR Sahabuddin diguyur hujan yang cukup deras, sehingga mengakibatkan lintasan menjadi lembek dan becek.
“Ini lintasan yang sulit dan penuh tantangan, cukup berbahaya juga jika dilanjutkan, dan Race Direction berhak untuk menghentikan balapan ini demi alasan keselamatan pebalap,” ujarnya.
Hanya saja, penghentian balapan itu sangat disayangkan ribuan penonton yang sudah rela membeli tiket dan datang jauh-jauh untuk menyaksikan totalitas aksi Antonio Cairoli CS menjejal sirkuit GOR Sahabudin.
Arief berharap, meskipun gagal menggelar race kedua MXGP dalam Indo MXGP ini, kontrak Indonesia sebagai tuan rumah untuk tiga kali pergelaran tidak dicabut.
“Memang sudah dikontrak selama tiga tahun, tetapi kalau dicabut kita harapkan tak sampai demikian, paling tidak ada catatan dalam penyelenggaraan,” tukasnya.
Dalam pantauan Rakyat Pos, pihak panitia atau Race Direction saat race kedua MX2 memberikan tanda bendera merah untuk menghentikan sementara pertandingan karena kondisi sirkuit yang dapat membahayakan crosser.
Kondisi sirkuit pun basah dan berlumpur akibat hujan yang turun cukup deras saat pertandingan sebelumnya. Para croser MX2 nampak kesulitan untuk menahan laju kendaraannya dalam posisi lintasan. Karena banyaknya lubang yang cukup dalam di tengah lintasan, tak jarang membuat pebalap terjatuh dan motor tidak dapat bergerak.
Akhirnya, Walikota Pangkalpinang, Irwansyah menyerahkan tropi kepada pemenang MX2 pada race pertama. Dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Imam Nahrawi menyerahkan tropi kepada jawara MXGP yang harus puas hanya menjalani race pertama dalam perlombaan.
Sebelumnya, berhembus kabar jika salah satu pebalap mengundurkan diri lantaran melihat arena balap yang jelek. Ia rela tak mendapatkan point dalam ajang balap cross di Pangkalpinang ini daripada harus berbalapan di arena yang berlumpur.
Bahkan salah satu crosser wanita asal Polandia juga mengeluhkan sirkuit yang sangat tidak layak, ditambah lagi sulitnya ia berkomunikasi lantaran sedikit masyarakat yang bisa berbahasa Inggris.

Tak Meriah
Sementara itu, opening ceremony atau upacara pembukaan gelaran motocross kelas dunia seri kedua di sirkuit GOR Sahabuddin, kemarin kurang meriah. Tak ada sesuatu yang ditampilkan dalam acara pembukaan itu. Bahkan Menpora RI, Imam Nahrawi hanya mengetok microfone (mic) tiga kali sebagai tanda event ini dibuka, sangat sederhana bak membuka acara di tingkat SKPD.
Ketika mendatangi Tribun VVIP, rombongan tamu hanya disambut Rampak Bedug Polda Babel, dan setelah serangkaian sambutan, tamu kemudian dihibur dengan Tarian Bebaur dari Sanggar Buluh Perindu Pangkalpinang.
Tidak hanya itu, para tamu VVIP harus duduk di kursi biasa tanpa dilapisi apapun. Sehingga banyak penonton menilai event internasional ini terkesan kurang persiapan maksimal dan seperti mengadakan acara biasa.
“Pembukaan cuma ketuk mic saja, gak ada tombol sirine atau atraksi apa gitu yang menandai event internasional ini dibuka. Katanya sudah dari tahun lalu ditetapkan jadi tuan rumah, tapi kok hal seperti ini tidak dipersiapkan, ini event internasional lho,” celoteh salah satu penonton yang kecewa dengan gaya panitia membuka acara ini.
“Kemudian duduknya juga di kursi biasa, gak mampu sewa baju kursi deh kayaknya. Acara resepsi pernikahan aja kursinya pake baju, ini acara internasional kursinya seperti ini,” ketus Asih, penonton yang datang dari Jakarta.
Tamu dan penonton baru sedikit terhibur dengan aksi warm up pebalap MX2 dan MXGP masing-masing 15 menit, sebelum race dimulai. Meski begitu, Menpora, Imam Nahrawi menegaskan, setelah event ini usai pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MXGP ini.
“Dari sisi waktu (persiapan-red) memang terlalu cepat, tetapi kesiapan luar biasa, Babel berbuat yang terbaik dan ini akan menjadi evaluasi di masa akan datang. Tahun depan harus ada kesiapan dan kita yakinkan Youthsream untuk bisa lebih banyak lagi penyelenggaraan di Babel,” kata Imam ketika disinggung terkait arena sirkuit yang mendapat banyak keluhan.
Pun ketika ditanya terkait rencana awal sirkuit yang berada di tepi pantai, Menpora menyebutkan tak menutup kemungkinan kedepan akan dilaksanakan di tepi pantai, mengingat Babel terkenal akan pantainya yang indah.
“Mungkin ini (sirkuit) yang tersedia, kedepan karena Babel adalah tempat yang dikenal pantainya, maka bisa jadi kedepan dievaluasi lagi dan bisa saja di dekat pantai,” katanya.
Imam menyebutkan, Pangkalpinang dinilai sukses menggelar event kelas dunia ini kembali hadir di Indonesia setelah 20 tahun tak lagi dilaksanakan di tanah air. Karena itu ia berharap dengan dijadikannya Pangkalpinang sebagai tuan rumah, dapat mengembalikan semangat dan motivasi crosser tanah air untuk bersaing dalam ajang MXGP.
“Menumbuhkan kepercayaan itu gak mudah, dan Youthsream beri kepercayaan tiga tahun berturut-turut, kita harus dukung dan sukseskan,” imbuhnya.
Dengan ajang ini, Menpora menginginkan selain sukses penyelenggaran, juga diharapkan dapat berbagi pengetahuan.
“Bagian dari proses transfer pengetahuan keterampilan dan keberanian, apa yang lemah, fasilitas, teknik, penyelenggara kita evaluasi,” ujarnya.
Imam menilai, Pangkalpinang memiliki banyak kelebihan untuk dijadikan tuan rumah. Selain menyelenggarakan MXGP, diharapkan dapat mendongkrak wisatawan yang datang ke Provinsi Bangka Belitung.
“Efek yang luar biasa, ekonomi, sosial dan juga bagaimana meningkatkan kedatangan wisatawan yang lebih besar lagi. Tahun ini yang pertama, kita ingin selamanya Indonesia dipercaya jadi tuan rumah,” tandasnya.
Menpora mengapresiasi, membludaknya penonton yang menyaksikan aksi pebalap Antonio Caeroli CS dalm event ini. Dan dia memperkirakan, lebih dari sepuluh ribu penonton menyaksikan aksi crosser dunia kali ini.
“Kita terus mendorong agar pergelaran olahraga internasional berjalan sukses, karena ini bukan pergelaran Pangkalpinang, tetapi ajang Indonesia,” kata Imam Nahrawi saat membuka MXGP.
Ia menegaskan Indonesia siap sebagai tuan rumah, penyelenggara yang baik, dana, partisipasi masyarakat dalam menyukseskan ajang olahraga otomotif internasional.
“Kita sebagai tuan rumah harus memberikan yang terbaik, karena menumbuhkan kepercayaan itu tidak mudah diperoleh,” ujarnya.
Ia mengatakan pada tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang akan digelar Jakarta, Palembang, Bandung. Sementara Kepulauan Bangka Belitung belum ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada para crosser dunia dari 24 negara di Pangkalpinang dan Indonesia yang merupakan negeri yang sangat cantik,” ujarnya seraya berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Babel, Polda, Sriwijaya Air dan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung yang telah mendukung ajang internasional ini.
Sedangkan Gubernur Bangka Belitung, Rustam Effendi mengatakan sisi lain dengan dilaksanakannya event ini bisa mengangkat ekonomi daerah, serta pariwisata yang semakin dikenal dunia.
Ia menyebutkan buruknya lintasan sirkuit, lantaran waktu yang diberikan untuk mengerjakan sirkuit GOR Sahabudin memang singkat. Ditambah lagi cuaca yang kurang mendukung.
“Memang jangka waktu yang diberikan untuk menyiapkan cukup singkat, tetapi kekurangan bisa jadi evaluasi untuk persiapan ke depan,” tukasnya. (nov/1)

Related posts