Sindikat Pencuri Kelenteng Diciduk Polisi

  • Whatsapp


TOBOALI – Kasus pencurian disertai pemberatan (curat) ditempat ibadah Kelenteng jalan Bagger Toboali Kabuten Bangka Selatan awal Desember 2018 lalu, akhirnya diungkap Tim opsnal Polres Bangka Selatan dan Opsnal Polsek Toboali.

Informasi yang dihimpun Rakyat Pos, kasus pencurian 4 Desember 2018 sekira pukul 02.00 WIB, baru diketahui pelapor pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB saat mau melaksanakan sembayang.

Nampak suasana sekitaran Kelenten berantakan. Kecvurigaan pun berlanjut saat mengecek kotak amal berisikan uang sekitar Rp. 2.700.000 raib digondol maling.

Kapolres Bangka Selatan AKBP Aris Sulistyono, SH, MH bersama Kabagops Kompol Irwan, SH langsung membentuk Satgas Tindak untuk mengungkap perkara tersebut. Satgas yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Toboali IPTU Yandri. C. Akip, SH, MH dan Kanit 2 Sat Reskrim Polres Basel IPDA Danang.

Alhasil, polisi berhasil mengamnakan satu orang laki-laki berinisial YF (19) yang merupakan warga Rawa Bangun. Setelah itu dilakukan introgasi YF mengakui melakukan aksinya bersama KS (21) yang merupakan warga Teladan AMD, AS (20) Warga Rawa Bangun dan BN yang telah melakukan pencurian di Klenteng di Toboali.

” Setelah mendapatkan informasi tersebut Tim Satgas langsung mencari keberadaan KF, AS dan BN. Pada Sabtu 29 Desember 2018 sekira pukul 00.30 Wib Tim Satgas berhasil mengamankan KF di Jalan Rawabangun Toboali, kemudian sekira Pukul 02.00 Wib Tim juga mengamankan AS di rumahnya Jalan Rawa Bangun. Dua di antara para perlaku pencurian dengan pemberatan tersebut merupakan residivis kasus pencurian,” terang Kapolres Bangka Selatan AKBP Aris Sulistyono.

Sambungnya, dari pengungkapan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti dari KF yaitu 1 buah Kotak amal berwarna merah yang terbuat dari kayu. Kotak amal tersebut ditemukan di hutan pinggir Jalan Bahar Toboali. Pada saat dilakukan pencarian barang bukti yang lain salah satu pelaku KF mencoba menyerang petugas dan melarikan diri sehingga tim mengambil tindakan terukur dengan menghadiahkan timah panas terhadap pelaku. Berdasarkan hasil interogasi, ketiga pelaku juga melakukan pencurian di 5 (lima) TKP.

” Hasil dari pencurian tersebut sudah dibagi-bagi dan habis digunakan oleh para pelaku untuk membeli kebutuhan mereka. Untuk barang bukti kotak amal klenteng dan alat-alat yang digunakan pada saat melakukan pencurian tersebut sudah dibuang oleh para pelaku dan masih dilakukan pencarian. Dan kasus ini masih kita dalami,” tukasnya (raw/7)

Related posts