Simpan Sabu, Penata Rias Diciduk Polisi

  • Whatsapp
Kepala Bagian Operasional Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang didampingi Kasubag Humas Ipda Sianturi saat konferensi pers kasus narkoba di Polres Pangkalpinang (foto:  istimewa) 

PANGKALPINANG – Satuan Narkoba Polres Pangkalpinang berhasil mengamankan tiga pengedar narkoba. Dari tangan ketiga tersangka , Polisi mendapatkan barang bukti 10 gram paket sabu siap edar, timbangan digital, sepeda motor, handphone dan ball plastik strip.

Kepala Bagian Operasional Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang didampingi Kasubag Humas Ipda Sianturi mengatakan ketiga pelaku diamankan pada waktu yang berbeda. Hal tersebut diungkapkan Jadiman Sihotang, Selasa (25/6/2019) saat menggelar pers release bersama awak media di kantornya.

Dia menerangkan, setelah melakukan penyelidikan, polisi kemudian melakukan penangkapan Kurniawaty alias Anya (35) perempuan yang berprofesi sebagai penata rias ini. Anya diamankan polisi pada Senin (24/6/2019) lalu.

“Tersangka ditangkap di kontrakannya Jalan Komplek Genio Blok A Gabek dua pada jam 11.30 Wib dan kami menemukan satu paket kecil sabu, seberat 1,68 gram,” terang Sihotang.

Masih dikatakan Sihotang, pada saat bersamaan anggota Sat Res Narkoba juga mengamankan Sinta Monica alias Icha (21) warga Gang Binjai, Kelurahan Melintang.

“Tersangka Icha diamankan bersamaan dengan tersangka Kurniawaty alias Anya di lokasi yang sama, pengakuan tersangka ini mereka saling kenal dan juga kami dapatkan tiga bungkus paket sabu seberat 4,29 gram,” jelas Sihotang.

Perburuan terhadap pengedar narkoba tidak terhenti pada Anya dan Icha saja, pada 24 Juni kemarin, polisi juga mengamankan Ockta Triadi (22) warga Jalan Yos Sudarso, Gabek.

“Tersangka Ockta diamankan di Jalan Lada, Kelurahan Keramat pada pukul 23.00 dan kami menemukan bungkusan bening bingkisan sabu seberat 4,8 gram, yang disembunyikan di dalam rumah tersangka,” tambah Sihotang.

Pantauan rakyatpos.com, saat ini ketiga tersangka sudah mendekam di sel jeruji besi rumah tahanan Polres Pangkalpinang.

“Mereka (tersangka-red) dijerat dengan pasal pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup,” beber Sihotang.

Dirinya juga menambahkan pihaknya tidak main-main dalam melakukan tindakan hukum terhadap pengedar yang nekat mengedarkan sabu-sabu di wilayah hukum Polres Pangkalpinang.

“Bagi orangtua agar selalu waspada dan mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan, jangan sampai terjerumus  narkoba,” tutup Sihotang.

Terpisah, pelaku yang bernama Ockta Triadi mengaku baru dua kali menjajakan sabu-sabu.

“Saya kalau ada pesanan sabu, saya lempar di suatu tempat yang telah saya tentukan dengan calon pembeli, setiap transaksi saya mendapat upah sebesar 150 ribu dan uang tersebut saya gunakan untuk kebutuhan hidup sehari hari,” tutup Ockta. (das/10)

Related posts