Simpan Belasan Inex Merk Mahkota, JM & BS Diciduk Polisi

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Dua pengedar narkoba jenis Inex merk Mahkota dua pemuda berinisial JM dan BS, diamankan Tim Kobra Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (19/01) pekan lalu.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Kombes Pol Suhirman menjelaskan, pil Inex mencapai 13 butir itu diamankan dari tersangka JM yang lebih dulu diciduk anggotanya.

“Tersangka JM ditangkap Tim Kobra Ditresnarkoba di daerah Desa Tiang Tara, Kabupaten Bangka Barat sekitar pukul 14.00 Wib. Adapun, barang bukti yang disita dari pelaku berupa 13 butir Inex merk Mahkota, 1 buah dompet dan 1 unit Handphone,” ujar Dirresnarkoba kepada Rakyat Pos, Senin (23/1/2017).

Selain menangkap JM berikut BB nya, turut diamankan pula pengedar narkoba lainnya, yakni BS yang diciduk Tim Kobra Ditresnarkoba pada hari itu juga, Kamis (19/1/2017) sekitar pukul 20.30 Wib di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Girimaya, Pangkalpinang.

“BB yang berhasil disita dari Tsk BS berupa 1 paket kecil sabu, bong dan 1 unit Handphone. Kedua pelaku pengedar narkoba ini dibekuk aparat di dua tempat yang berbeda,” urainya.

Kedua pelaku selain menjadi pengedar pil Inex, sekaligus juga mengedar narkoba jenis shabu-shabu. Penangkapan kedua pengedar tersebut setelah Tim Kobra menerima informasi dari masyarakat sekitar.

“Kita mendapatkan laporan masyarakat bahwa di daerah ini sering adanya transaksi narkoba dan setelah kita selidiki, ternyata benar adanya. Selanjutnya, kedua pelaku berhasil kita tangkap,” kata Kombes Pol Suhirman.

Lebih lanjut ditegaskan dia, kedua tersangka beserta barang bukti kini telah diamankan di Mako Ditresnarkoba Polda Babel guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Pengedar pil Inex ini sekarang ini sudah kita tahan dan disangkakan telah melakukan tindak pidana menguasai, memiliki dan mengedarkan narkoba tanpa sah sesuai dengan pasal 114, 112 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang ancamannya untuk pasal 114 seumur hidup atau pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Sedangkan untuk pasal 112 ancamannya paling singkat 4 tahun dan paling lama 8 tahun,” pungkas Suhirman. (bis/7)

Related posts