Silahkan PIP Jalan, Tapi Regulasi Harus Legal

  • Whatsapp

Sosialisasi Rencana Aktivitas PIP

TOBOALI – PT Timah Tbk melalui mitranya CV Victoria Bintang Selatan melakukan sosialisasi rencana aktivitas ponton isap produksi (PIP) di Kantor Wasprod IV Toboali, Jumat (3/7/2020). Rencananya aktivitas PIP ini berada di laut Suka Damai Toboali.

Kepala Bidang Unit Laut I, Beny Punidar mengatakan sosialisasi ini bertujuan agar ada keterbukaan aktivitas PIP ini kepada masyarakat dan nelayan serta dampak positifnya bagi nelayan dan masyarakat.

Sosialisasi dilanjutkan oleh Mitra PT Timah CV Victorial Bintang Selatan Herman Susanto alias Aming yang memaparkan tentang rencana kerja , PIP standar K3.

Baca Lainnya

Ditengah paparan, Abdullah nelayan Toboali mempertanyakan titik rencana kerja yang tidak dipaparkan dalam sosialisasi. Paparan hanya menyebutkan lokasi secara luas di Laut Toboali Tanjung Ketapang hingga Abdullah memutuskan menolak rencana PIP dan walkout.

Senada dikatakan Joni Zuhri, Ketua Nelayan Batu Perahu yang mempertanyakan titik lokasi kerja rencana PIP. Menurutnya, saat ini sudah ada 20 unit TI Tower di Bantil yang telah menyebabkan jaring nelayan rusak.

“Ia juga menyinggung saat ini menjelang Pilkada 9 Desember mendatang, hendaknya PT Timah menunda rencana ini karena sangat berpotensi mengganggu kondisi kamtibmas di Basel, dan jika tetap bekerja, nanti terjadi kekisruhan, kalau setelah Pilkada silahkan dan kita pun akan fight habis-habisan,” kata Joni yang juga langsung walk out.

Sementara itu, Junaidi, warga Tanjung Ketapang mengatakan aktivitas PIP untuk perbaikan ekonomi masyarakat. Menurutnya, PIP berjalan maka derajat ekonomi masyarakat bisa terangkat. Jika berbicara soal lingkungan, Suka Damai itu sudah hancur sejak dulu ditambang.

“Bagi kami, silahkan PIP jalan, tapi regulasi harus legal dan jelas secara hukum. PIP jalan, masyarakat harus makmur, titik kerjanya harus jelas. Suka Damai itu sudah rusak, tapi kalau di luar Suka Damai memang lautnya masih bagus,” kata Junaidi yang juga Ketua RT di Kelurahan Tanjung Ketapang.

Forum Tambang Rakyat, Matoridi berharap PT Timah harus berani dan tegas menyikapi pro kontra ini.

“Semuanya kembali ke PT Timah, harus berani dan tegas, kita tidak bisa memaksakan yang menolak dan kontra harus setuju, kembali lagi ke PT Timah yang memberi keputusan, dan mitranya beraktivitas harus secara legal dan mengikuti aturan hukum yang jelas,” ujar Matoridi.

Di akhir sosialisasi, Kepala Bidang Unit Laut I, Beny Punidar melihat dinamika sosialisasi maka kegiatan ini belum bisa diputuskan. (raw/3)

Related posts