Sikapi Penyebaran Corona, Pemkab Bateng Liburkan Sekolah 14 Hari

  • Whatsapp
Bupati Bangka Tengah H. Ibnu Saleh

RAKYATPOS.COM, KOBA – Pemkab Bangka Tengah memutuskan memberlakukan kegiatan libur sekolah selama 14 hari menyikapi penyebaran virus Corona Covid-19.

Dasar libur sekolah itu menindaklanjuti hasil cofe morning Bupati Bangka Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Rapat Internal Dinas Pendidikan pada Senin (16/03/2020) pagi.

Read More

Dalam rapat ini disetujui sebanyak tujuh item untuk diterapkan selama libur 14 hari oleh sekolah jenjang PAUD, TK, SD dan SMP atau sederajat.

Bupati Bangka Tengah H. Ibnu Saleh didampingi Kepala Dinas Pendidikan Iskandar menyebutkan dalam surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan tujuh item itu diantaranya, pertama semua aktivitas belajar mengajar diliburkan atau proses pembelajaran dirumah masing-masing selama 14 hari dari tanggal 16-29 Maret 2020, masuk kembali tanggal 30 Maret 2020.

Kedua, selama libur dan belajar dirumah diminta untuk belajar secara daring (dalam jaringan) atau belajar secara mandiri dan dibimbing orang tua atau wali serta berkoordinasi dengan guru kelas melalui metode sosial media.

Selain itu lanjutnya, mengurangi aktivitas diluar rumah, kecuali untuk hal yang sangat penting dan harus dalam pengawasan orang tua atau wali siswa masing-masing.

Berikutnya, menjaga pola hidup bersih dan sehat antara lain makan makanan bergizi, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun atau dengan hand satinizer sesering mungkin. Kemudian memakai masker apabila batuk dan pilek.

Seterusnya, memeriksakan diri jika ada gejala batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan ke fasilitas kesehatan terdekat. Item berikutnya seluruh aktivitas yang melibatkan orang ramai seperti pertemuan KKG, MGMP, K3S, MKKS, pawai ta’aruf, perlombaan tingkat kecamatan dan kabupaten yakni try out UN SMP, GSI SMP, dianjurkan ditunda sementara waktu sampai diumumkan kembali oleh pemerintah daerah dikemudian hari.

Kemudian menghindari bersalaman dengan kontak langsung dan menjaga jarak minimal satu meter yang sedang batuk dan pilek, selama seminggu kedepan, kepala sekolah beserta guru membersihkan lingkungan sekolah.

Berikutnya, selama masa waktu sebagaimana pengaturan tersebut diatas, kepala sekolah wajib mengatur kepenuhan beban kerja bagi guru dan tenaga kependidikan yang menjadi tanggungjawabnya tanpa pola tatap muka di sekolah dengan memberlakukan pola pembelajaran dalam jaringan atau daring atau penugasan secara terstruktur berpedoman pada pencapaian kurikulum pembelajaran.

“Atas pelaksanaan pemberitahuan ini, kepala sekolah diminta melaporkan pelaksanaan ketentuan sebagaimana tersebut diatas secara berjenjang melalui saluran informasi yang tersedia,” ujar Bupati, Senin.

Ia menambahkan tujuh himbauan ini diharapkan diterapkan oleh seluruh sekolah jenjang pendidikan PAUD, TK, SD dan SMP.

“Kecuali jenjang SMA karena wilayahnya provinsi,” tandasnya. (ran).

Related posts