SIDOLPIN Bangka Tengah Pertama di Bangka Belitung

  • Whatsapp

Untuk Tentukan Titik Koordinat Berkumpulnya Ikan

KOBA – Program Sistem Informasi Daerah Potensial Penangkapan Ikan (SIDOLPIN) milik Kabupaten Bangka Tengah merupakan yang pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

SIDOLPIN yang sukses meraih penghargaan Inovasi Bahari Award dari Badan Riset dan Observasi Laut (BROL) dalam kategori instansi pemerintah terinovatif tersebut, memudahkan para nelayan dalam menentukan titik-titik tempat melaut, sehingga mudah menangkap ikan.

“SIDOLPIN yang pertama di Bangka Belitung ini dibangun untuk menentukan zonasi atau titik koordinat tempat berkumpulnya ikan, sehingga para nelayan lebih mudah menuju titik yang kami tetapkan, maka bisa meningkatkan hasil tangkapan,” ujar Kepala DKP Bangka Tengah, Dedy Muchdiyat Minggu (08/09/2019).

Dikatakannya, sistem informasi daerah potensial penangkapan ikan itu nantinya menggunakan teknologi indikator klorofil dan suhu pada tingkat akurasinya mencapai 95 persen supaya para nelayan ketika turun melaut tidak lagi berdasarkan pengalaman tetapi bisa mengikuti petunjuk informasi yang sudah ditetapkan.

“Selama ini para nelayan hanya berpedoman berdasarkan kebiasaan dan pengalaman, sehingga hasil tangkapan tidak banyak, maka sekarang nelayan tidak perlu lagi meraba-raba tetapi langsung saja menuju titik koordinat penangkapan yang sudah kami tetapkan,” ucapnya.

Diungkapkannya, SIDOLPIN itu akan dipasang pada setiap pelabuhan, bandara dan sejumlah tempat strategis lainnya yang memudahkan nelayan mendapatkan informasi saat hendak turun melaut.

“Ini bagian dari inovasi dan indikator dari kami untuk meningkatkan produksi tangkap ikan laut dan kami optimistis dengan adanya Sidolpin ini tangkapan nelayan akan jauh lebih meningkat dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, dalam membangun teknologi informasi, pihaknya bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta dan diimplementasikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Bangka Tengah.

“Potensi ikan luar biasa di daerah ini, contohnya ikan tenggiri baru 40 persen yang berhasil ditangkap nelayan dari potensi yang ada. Maka kami berharap dengan teknologi yang kami bangun ini mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan,” pungkasnya. (ran/3).

Related posts