Sidang Terdakwa Murcikari Tertutup

  • Whatsapp
ilustrasi
foto ilustrasi

SUNGAILIAT – Miranti alias Riyanti (21) warga Desa Sempan Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, terdakwa murcikari kasus ekploitasi anak dibawah umur diadili di Pengadilan Negeri Sungailiat, Kamis (30/1/2020).

Persidangan yang dipimpin Majelis hakim Dewi didampingi dua hakim anggota Arif Kadarmo dan Joni berlangsung tertutup dengan agenda dakwaan oleh Penuntut Umum yang dibacakan Herdini Alisnya dari Kejari Bangka.

Read More

Usai persidangan digelar, Humas Pengadilan Negeri Bangka, Narendra kepada sejumlah wartawan membenarkan untuk perkara perdagangan anak dibawah umur dengan terdakwa M telah disidangkan perdana di Pengadilan setempat dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

“Selain pembacaan dakwaan, persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi yang berjumlah 6 orang atas perkara yang dimaksud,” katanya.

Ditambahkan Narendra, dari 6 orang saksi yang dihadirkan dimuka sidang, salah satu saksi tersebut berstatus tersangka, berinisial Rd alias Bb, orang yang diduga menyetubuhi korban mawar (bukan nama sebenarnya – red) pada saat kejadian itu terjadi.

Namun, untuk berkas perkara tersangka Rd alias Bb ini, Pengadilan Negeri Sungailiat belum menerima pelimpahan kasus tersebut dari Kejari Bangka.

“Karena saya sudah cek dibagian sistem informasi perkara, untuk nama tersangka tersebut belum dilimpahkan ke pengadilan negeri sungailiat sehingga kita belum bisa menentukan untuk berkas perkara yang satu ini kapan akan disidangkan,” terangnya.

Atas perbuatannya, terdakwa Miranti didakwa Pasal 88 jo Pasal 761,76 huruf i Undang-undang 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal 200 juta.

Narendra melanjutkan, persidangan kembali bergulir pada Selasa mendatang dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

“Pada persidangan pekan depan, terdakwa juga diberikan kesempatan untuk menghadirkan saksi yang meringankan,” ujarnya.

Selama persidangan bergulir, terdakwa Miranti berstatus menjadi tahanan pengadilan dan dititipkan di rumah tahanan lembaga Pemasyarakatan bukit semut klas II B Sungailiat.

Pantauan saat persidangan berlangsung, Polsek Sungailiat yang dipimpin Kapolsek Sungailiat, AKP Deddy Setiawan didampingi Kanit reskrim, Aiptu Reka mengawal ketat jalannya persidangan.

Lantaran dari enam orang saksi yang dihadirkan, salah satunya berstatus tersangka berinisial Rd alias Bb.

Diketahui, terdakwa Miranti ditangkap oleh unit Reskrim Polsek Sungailiat pada bulan Oktober 2019 atas dugaan ekploitasi atau perdagangan anak dibawah umur sebut saja korbannya Mawar.

Dalam aksinya, korban Mawar dikenalkan oleh terdakwa Miranti kepada tersangka Rd alias Bb. Setelah berkenalan, tersangka Rd mengajak korban Mawar ke salah satu hotel yang ada dikota Sungailiat untuk disetubuhi.

Setelah persetubuhan itu terjadi, tersangka Rd membayar korban dengan uang sebesar Rp700 ribu dan uang yang dimaksud diserahkan korban kepada terdakwa Miranti untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka yang tinggal di sebuah kontrakan.

Selang beberapa hari persetubuhan itu terjadi, unit reskrim Polsek Sungailiat berhasil mengungkapkan kasus perdagangan anak dibawah umur yang dilakukan oleh terdakwa Miranti ini setelah menerima laporan yang dilaporkan orang tua korban ke pihak berwajib. (2nd/6)

Related posts