Sidang Prapid Bos Tailing Digelar

  • Whatsapp
Bos monazite Dul Ketem tersangka Karhutla pada saat dilimpahkan pihak Polres Bangka ke kantor Kejaksaan Negeri Bangka, Senin lalu. (foto: Zuesty/dok)

SUNGAILIAT – Sidang gugatan praperadilan antara Abdullah alias Dul Ketem selaku pemohon melawan Kapolres Bangka selaku termohon telah bergulir perdana di Pengadilan Negeri Sungailiat dengan agenda pembacaan permohonan yang diwakili kuasa hukum pemohon, Rabu (22/1/2020) pagi.

Usai persidangan, kuasa hukum Dul Ketem cs, Abdul Jalil kepada sejumlah wartawan mengatakan inti dari permohonan yang dianggap dibacakan ini hanya untuk menguji kebenaran menurut hukum terkait proses penyidikan dan penetapan tersangka terhadap klien kita Abdullah sudah sesuai dengan aturan hukum dan mekanisme yang berlaku.

Read More

Karena menurut dia, praperadilan yang dilakukan kliennya ini sebagai bentuk upaya hukum yang diberikan undang-undang kepada setiap warga negara untuk menilai dan menguji proses hukum yang sedang menimpa yang bersangkutan.

“Sehingga jangan sampai terjadi kesewenang-wenangan aparat hukum, baik penyidik, Penuntut Umum maupun pihak lain,” katanya.

Dikatakan dia, upaya hukum yang dilakukan kliennya ini bukan untuk menyerang pihak kepolisian maupun pihak Kejaksaan atau pihak lainnya.

Namun upaya hukum lewat praperadilan yang dilakukan kliennya hanya untuk menguji dugaan atas kesewenang-wenangan serta penyimpangan terhadap proses penetapan kliennya sebagai tersangka pembakaran hutan dan lahan pada tahun 2019 silam.

Untuk itu, Abdul berharap kepada masing-masing pihak, baik kepolisian, Kejaksaan hingga Pengadilan untuk menghormati lembaga praperadilan ini.

“Karena kalau kita tidak menghormati Lembaga praperadilan ini, ada kemungkinan penyalahgunaan wewenang, penyimpangan dan kesewenang-wenangan penetapan terhadap tersangka itu terjadi,” sebutnya.

Maka dari itu, lewat praperadilan ini Abdul bersama rekan rekannya ingin menguji proses penyidikan hingga penetapan tersangka yang dilakukan penyidik kepada kliennya sudah benar atau belum.

“Jadi tidak perlu ada pihak yang khawatir. Karena kalau mereka benar, kenapa takut dan tidak usaha khawatir karena disini kita sama-sama menegakkan hukum dan jangan sampai ada upaya dilakukan untuk menggugurkan praperadilan kita,” katanya.

Dalam sidang pertama praperadilan kemarin persidangan dengan agenda pembacaan permohonan oleh pemohon yang diwakili oleh kuasa hukum pemohon, Abdul Jalil dan rekan dari kantor Advocate Abdul Jalil &Law dihadiri kuasa hukum termohon dari BidKum Polda Babel.

Persidangan yang dipimpin hakim tunggal, Oloan Exodus Hutabarat berlangsung singkat karena gugatan yang diajukan pemohon dianggap dibacakan dimuka sidang.

Lantaran kuasa hukum termohon menyatakan belum siap menjawab gugatan yang dianggap dibacakan ini, majelis hakim menunda persidangan dan dilanjutkan Kamis (23/1/2020) dengan agenda mendengarkan jawaban dari termohon atas gugatan pemohon.

Usai persidangan berlangsung, Humas Pengadilan Negeri Sungailiat, Narendra mengatakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan, sidang praperadilan yang diajukan pemohon yakni Abdullah cs kepada termohon, Kapolres Bangka telah berlangsung perdana di PN Sungailiat.

“Seperti yang kita saksikan tadi, pembacaan permohonan oleh pemohon yang diwakili oleh kuasa hukumnya telah dibacakan lalu diberikan kesempatan kepada termohon untuk menjawab jawaban atas gugatan dari pemohon,” jelasnya.

Lantaran pihak termohon (Polres Bangka) belum siap menjawab gugatan dari pemohon, hakim yang memimpin sidang praperadilan itu memberikan waktu kepada pihak termohon untuk menjawab gugatan pemohon pada persidangan besok (23/1/2020).

Ditambahkan Narendra, dalam gugatan pemohon yang dianggap dibacakan itu, kuasa hukum pemohon menyatakan penetapan status tersangka terhadap pemohon Abdullah cs oleh penyidik Satreskrim Polres Bangka dinyatakan tidak sah. (2nd/6)

Related posts