Sidang Pembunuhan Ibu dan Anak Dikawal Ketat Polisi

  • Whatsapp
Sidang Aliong- Sejumlah warga tampak memadati halaman Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat saat digelar lanjutan sidang kasus pembunuhan ibu dan anak, Selasa (18/4/2017). Tampak juga sejumlah anggota kepolisian ditengah-tengah kerumunan warga. (foto:Zuesty Novianty)

Ernawati: Saat Kejadian Saya di Pantai

SUNGAILIAT -Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat kembali menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak oleh terdakwa Aliong, Selasa (18/4/2017). Kali ini agenda sidang adalah pemeriksaan saksi-saksi. Pengamanan sidang juga terlihat sangat ketat yang dilakukan anggota Polres Bangka dan Polsek Sungailiat.

Terpantau, persidangan yang dipimpin oleh ketua majelis M. Solihin didampingi dua hakim anggota, Jhon Paul Mangunsong dan Derit Werdiningsih melakukan pemeriksaan terhadap istri terdakwa, Ernawati serta Ipda Fani, Kanit Buser Polres Bangka.

Hanya saja, saat pemeriksaan saksi dilakukan, istri terdakwa mengaku tidak mengetahui pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya kepada Imelda dan Aura. Menurut dia, saat kejadian itu terjadi, ia bersama ketiga anaknya serta terdakwa pergi ke Pantai Tikus untuk rekreasi. Namun, pada saat tiba dipantai, terdakwa pulang ke rumah untuk mengambil bola dan kembali ke pantai tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.

“Saya tidak tau pak bagaimana kejadiannya. Saya tau suami saya membunuh, setelah suami saya di bawa ke Polres Bangka. Saya tak pernah curiga, karena ia jarang dirumah. Suami saya kan nelayan serta ada kerjaan sampingan, makanya dia jarang di rumah. Paling paling dia pulang makan sebentar terus pergi lagi,”katanya.

Ernawati juga mengatakan tidak mengetahui saat Imelda di bunuh, Aura yang masih hidup di sekap oleh terdakwa pohon yang berada tak jauh di belakang rumahnya.

Sementara itu, saksi Ipda Fani dalam kesaksian menerangkan seputaran awal informasi yang mereka dapatkan dari keluarga korban yang melaporkan ke Mapolres Bangka atas hilangnya Imelda dan Aura.
Atas laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti oleh Tim Buser Polres Bangka dengan melakukan penyelidikan. Penyelidikan dilakukan lantaran keluarga korban menerima pesan singkat dari nomor ponsel korban yang meminta tebusan.

Setelah itu dilakukan upaya pencarian hingga pemancingan terhadap pelaku yang meminta tebusan. Setelah terjadi kesepakatan, akhirnya polisi yang menyamar berhasil meringkus pelaku yang tak lain masih adaa hubungan keluarga dengan korban.

Persidangan pun kembali ditunda hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, Aditya Suleman dari Kajari Bangka.(2nd/10)

Related posts