by

Sidak ke RSUD Depati Bahrin, Mulkan: Kasihan Masyarakat Dari Pagi Antri

-NEWS-575 views
Bupati Bangka, Mulkan menghampiri pasien dan keluarganya dalam sidak di RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Senin (4/2/2019). Saat meninjau poliklinik, sudah banyak calon pasien antri, tapi dokter belum datang. (Foto: Ist/Zuesty Novianti)

Minta Direktur RSUD Atur Shift Dokter
Jumlah Kunjungan Pasien Menurun

SUNGAILIAT – Lantaran ingin tau lebih jauh tentang pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Sungailiat, Bupati Bangka Mulkan dan Wakil Bupati Syahbudin melakukan sidak ke RSUD yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Sungailiat, Senin (4/2/2019).
Setiba di rumah sakit, bupati beserta rombongan langsung menuju poliklinik dan ruang tunggu dokter yang diterima Direktur RSUD. Bupati langsung menyampaikan sepengetahuannya tentang RSUD yang dikepalai dr. Jasminar.
“Gimana Bu, sudah jalan belum air PDAM-nya, kalau belum lancar silahkan lapor,” kata Mulkan sembari menyebutkan apa saja fasilitas rumah sakit, mulai dari ruangan, ketersediaan dokter hingga tenaga medis dengan lancar.
“Saya hafal Bu, belum ada kesempatan saja saya ke sini. Apa keluhannya, jangan sampai masyarakat tidak terlayani dengan baik,” imbuh dia kepada kepala rumah ssakit.
Setelah menanyakan keluhan dan masalah yang terjadi di RSUD, bupati menyapa beberapa calon pasien di poliklinik yang sedang menunggu dokter yang seperti biasa telat datang.
“Nih dari mane? Lah lame lom nunggu (Ini (calon pasien) dari mana, sudah lama belum nunggunya)?,” tanya bupati.
Mendapat jawab dari masyarakat, Mulkan pun langsung berpesan kepada Direktur RSUD agar mengatur shift petugas lebih baik.
“Ini dari jam delapan masyarakat sudah antri, malah ada yang dari jauh, sampai saat ini belum juga dipanggil. Saya mohon Bu Dokter, dokter mulai sekarang bukan shift hari tapi jam, kasihan ini masyarakat dari pagi masih antri,” tegurnya.
Setelah itu, bupati dan rombongan melanjutkan kunjungan ke ruang perawatan anak. Di sini, dia bertegur sapa dengan para perawat dan melanjutkan kunjungan ke ruang perawatan.
Terakhir, kunjungan singkat ini disasar ke poliklinik paru paru. Tanpa segan bupati dan wakilnya langsung mengenakan masker sembari bertemu dengan dokter spesialis paru-paru. Mulkan meminta pelayanan pasien harus didahulukan.
“Kan insentif, jasa jasa lain tetap dibayar, saya minta pelayanan di rumah sakit didahulukan baru dipraktek, kan masih bisa. Meski kita rumah sakit umum, adalah sedikit sisi bisnisnya karena ini menyangkut pelayanan,” ungkapnya.
Diutarakannya, kunjungan ke RSUD ini akan dijadikan rutinitas bulanan ke depan agar pelayanan rumah sakit terus prima dan mengalami peningkatan. Bupati juga mengarahkan petugas medis untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat.
Mulkan mengakui masih ada keluhan dari masyarakat di Kabupaten Bangka terkait pelayanan RSUD Sungailiat. Dan dalam sidak terbukti memang tidak seratus persen RSUD melaksanakan pelayanan dengan baik.
“Secara kinerja alhamdulilah, tim medis telah bekerja, walaupun belum begitu baik, tetapi sudah arah yang lebih baik. Sedang khusus untuk tenaga dokter nantinya akan ada pengaturan jadwal para dokter secara bergantian dengan sistem shift. Kalau sebelumnya untuk pengaturan shift para dokter, dilakukan per hari, maka ke depan akan dilakukan pengaturan per jam, sehingga tidak ada kekosongan dokter. Dengan demikian setiap saat masyarakat memerlukan penangan dan pemeriksaan medis di rumah sakit ini, tidak menunggu dokternya, tetapi dokternya selalu ada, misalnya dokter kebidanan dan dokter-dokter lainya,” tandas Mulkan.
Wakil Bupati Syahabudin menambahkan, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di RSUD, perlu ada koordinasi dari pihak puskesmas-puskesmas di Kabupaten Bangka dengan pihak RSUD.
“Perlu ada koordinasi dalam hal penanganan pasien gawat darurat, sehingga pasien cepat mendapat penanganan medis. Selama ini koordinasi tersebut lambat, sehingga pasien dan pihak keluarga sering mengeluh terkait penanganan medis di rumah sakit ini,” kata Syahbudin.

Pasien RSUD Menurun
Dalam kesempatan meresmikan Puskesmas Pemali, Senin (4/2/2019), Bupati Bangka Mulkan juga menyoroti pelayanan RSUD Depati Bahrin Sungailiat. Dia mendesak pihak rumah sakit dapat memberikan pelayan yang baik dan prima kepada masyarakat.
“Dinas Kesehatan selaku UPT yang membawahi puskesmas di Kabupaten Bangka, kita bangga Kabupaten Bangka sudah miliki tiga rumah sakit daerah. Dibandingkan kabupaten lain kita paling banyak. Ini perlu ditegaskan ke Dinas Kesehatan dengan tiga rumah sakit ini menjadi kebanggaan bagi kita,” ungkap Mulkan.
Diakuinya, dulu hanya ada rumah sakit umum yang sekarang menjadi Rumah Sakit Depati Bahrin saja di Kabupaten Bangka. Sehingga kewalahan untuk menampung rujukan dari tingkat kecamatan.
“Inshaa Allah kita akan membangun di Mendo Barat lagi supaya tercover semua,” katanya.
Mulkan menegaskan bahwa saat ini ada penurunan angka kunjungan pasien di Rumah Sakit Depati Bahrin. Karena itu ia menyoroti rumah sakit ini dan mempertanyakan terkait penurunan tersebut.
“Kami melihat di tahun 2017 RSUD untuk daftar kunjungan paling banyak dibandingkan di rumah sakit swasta. Tapi ditahun 2018 menurun. Ini harus dipelajari, tingkat penurunan dimana apakah di tingkat puskesmasnya membuat rujukan ke rumah sakit umum atau rumah sakit swasta. Karena jauh perbedaannya (penurunannya) dibanding Rumah Sakit Medika Stania, 2000 lebih selisihnya. Kita kalah daftar kunjungan baik rawat inap ataupun rawat jalan,” sesal Mulkan.
Untuk itu ia mengingatkan kepala puskesmas harus memperhatikan penurunan ini, karena jangan sampai puskesmas membuat rujukan ke rumah sakit swasta.
“Kita kalah, salah satu penurunan adalah pelayanan kita kurang prima karena rumah sakit umum menjadi pokok pembicaraan masyarakat kita. Kalo dak bagus saya sampaikan dak bagus, kalo bagus saya bilang bagus, karena pelayanan dari rumah sakit umum kita yang belum maksimal dan belum prima inilah salah satu angka penurunan daftar kunjungan masyarakat kita di rumah sakit umum. Karena disamping melayani BPJS harus ada nilai bisnis, karena rumah sakit perlu operasional,” ungkap Mulkan.
Menurutnya, percuma gedung bagus tetapi pelayanan tidak maksimal. “Ini gedung sudah bagus harusnya fasilitas harus bagus, kualitas juga harus bagus. Jadi tiga tiganya harus berkesinambungan.
Rumah sakit umum harus kita benah, baik secara sumber daya manusianya, jangan mentang mentang PNS asal asalan melayani masyarakat, kita harus belajar dengan rumah sakit swasta yang memberikan pelayanan yang baik ke masyarakat,” tegas Mulkan. (2nd/hms/1)

Comment

BERITA TERBARU