Sibuk Nyaleg, Anggota DPRD Babel Abaikan Rapat Paripurna

  • Whatsapp

 

Didit Srigusjaya

PANGKALPINANG – Menjelang Pemilu tahun 2019 membuat banyak wakil rakyat di DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  malas menghadiri rapat paripurna. Mereka lebih memilih untuk melakukan kampanye dan sosialisasi ke daerah pemilihannya ketimbang ikut paripurna.

Seperti pada Jum’at (28/12/2018) saat digelarnya sidang paripurna pengesahan empat raperda (rancangan peraturan daerah) banyak anggota dewan yang tidak hadir. Bahkan sidang sempat diskors sebanyak tiga kali karena tidak memenuhi kuorum.

Sejak awal dibuka sidang paripurna dari 39 anggota dewan, hanya 25 anggota yang hadir. Hingga akhirnya, pada kesempatan detik-detik terakhir baru tercukupi menjadi 26 orang, sehingga paripurna bisa dilaksanakan. Ketua DPRD Bangka Belitung Didit Srigusjaya mengaku, kecewa dan prihatin atas kejadian tersebut.

Baca Lainnya

“Jujur saja saya kecewa dengan banyak anggota dewan yang tidak hadir, sampai kuorumnya tertunda hingga tiga kali,” kesal Didit usai paripurna. “Tanya saja sama anggota dewan tersebut. Kalau soal malas ini tanya saja ke pribadi masing-masing, tapi kalau pak Hendra beliau umroh dan pak Syamsuardi sakit,” tuturnya.

Didit pun menilai, akhir-akhir ini kinerja anggota DPRD Babel menurun dan anggota dewan terkesan lebih mementingkan persiapan pemilihan legislatif dibanding mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Kinerja semakin menurun, apakah karena persiapan caleg. Apapun itu, kita inikan merupakan tanggung jawab moral kita kepada rakyat. Harapan kita jangan sampai terjadi seperti ini lagi,” harapnya.

Didit pun mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD agar mengambil langkah tegas kepada dewan yang malas. “Kita minta BK gerak sajalah. Saya rasa selama ini kita terlalu banyak toleransi, malu kita. Untung kita kuorum, kalau gak, apa kata masyarakat Bangka Belitung,” sesalnya.

“Jika hak-hak publik kita perlambat, tapi kok hak-hak kita maunya cepat, inikan jadi pertanyaan besar. Jadi tolonglah, ini kepentingan masyarakat Bangka Belitung. Kita sudah digaji dan dapat fasilitas, tapi kok menyangkut kepentingan masyarakat, lama. Hanya hadir paripurna untuk kepentingan masyarakat kok banyak tidak hadir, biarkan masyarakat yang menilai,” tandasnya. (ron)

Related posts