Short Time Keempat, Satpam Sawit Tewas

No comment 2089 views

 

MMS, wanita panggilan saat di hadapan polisi memperagakan persetubuhannya dengan Suryadi–satpam sawit sebelum tewas diduga over dosis obat kuat di Penginapan Prima, kemarin. (Foto: mgb/Bastiar Riyanto)

*Telanjang, Hidung dan Mulut Berdarah

TANJUNGPANDAN – Seorang wanita asal Desa Kelapa Gunung, Kecamatan Keramat Mulya, Kabupaten Kuningan, berinisial MSS (30), akhirnya bersaksi terkait kematian Suryadi (55)–satpam perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Membalong yang tewas di Penginapan Prima Jalan Sijuk Desa Air Merbau Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (10/10/17).
Dalam keteranganya kepada polisi, MSS mengaku cewek panggilan yang melayani kenikmatan berhubungan intim di Kabupaten Belitung. Dia kerap melayani lelaki hidung belang yang membutuhkan tubuhnya, dengan bayaran uang jajan. Demikian juga yang dilakukannya bersama dengan Suryadi di penginapan itu. MSS mengaku pasangan satpam itu berhubungan intim sebelum tewas diduga over dosis obat kuat.
Menurut MSS, sudah empat kali mereka berhubungan intim sejak pertama kenal. Dan sebelum Suryadi tewas dalam keadaan telanjang dengan darah keluar dari hidung dan mulut, MSS masih sempat melayani nafsu pria separuh baya tersebut.
Ia mengaku di kamar nomor tiga penginapan itu, mereka sempat mengobrol sebelum berbuat mesum untuk yang keempat kalinya. Saat itu tidak ada tanda-tanda lelaki warga Jalan Kesehatan Desa Membalong Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung itu sakit. Namun usai berhubungan intim, MSS melihat lelaki tersebut seperti orang sakit dan kelelahan. Bahkan terdengar tidur mengorok di atas kasur.
“Selama ini hanya empat kali, cuma biasanya gak pernah lama-lama short time aja, habis gitu saya langsung pergi,” kata MSS kepada polisi, Rabu (11/10/2017).
MMS menyatakan tidak mengetahui pria paru baya itu meregang nyawa usai bersetubuh dengan dirinya.
“Saya tidak tahu, pertemuan kami itu singkat sekitar pukul 13.30 Wib. Saya keluar dari kamar itu sekitar pukul 14.00 Wib. Sebelum pulang aku juga panggil kakak itu (Rusmini-saksi), saat itu masih ada suaranya (ngorok),” imbuh wanita yang tinggal di Jalan Jenderal Sudirman Desa Air Raya Timur Satu Kecamatan Tanjungpandan ini.
MSS mengatakan dirinya memang sudah lama mengenal Suryadi. Pertemuan dengan Suryadi ini bukan pertama kali dan mereka sudah sering bertemu sebelumnya.
“Sudah 12 tahun saya tinggal di Belitung, kemarin itu awalnya mau ketemu makan saja dengan saya, beliau mau ngasih uang jajan saya, pas ketemu karena hujan lebat didekat Air Raya, beliau ngajak saya ke penginapan Prima,” terangnya.
MSS pergi ke penginapan Prima tidak bersama-sama lantaran Suryadi menggunakan sepeda motor dan dirinya menggunakan mobil.
“Aku pakai motor kata beliau, kita ke sana aja (Prima). Saya memang tidak bisa berlama-lama lantaran masih ada keperluan. Saya kira permainan (berhubungan intim) itu sudah selesai jadi saya tinggalkan beliau dalam keadaan terlentang, tapi masih bersuara,” jelasnya lagi.
Saat meninggalkan tempat itu, MSS sempat menitipkan nomor teleponnya ke office girl yang bekerja saat itu, Rusmini. Dia juga berpesan jika nanti ada apa-apa untuk menghubungi dirinya.
“Saya bilang ke kakak itu (Rusmini-red), kata kakak itu mungkin kecapean, mungkin beliau istirahat. Ada masih bunyi ngorok gitu. Kemudian saya pergi, sekitar sore pukul 15.30 Wib saya hubungi kakak itu, saya sempat tanya kakak itu, namun kata kakak itu saya sudah gak kerja saya sudah di rumah,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Robby Ansyari mengatakan dugaan sementara yang menyebabkan Suryadi tewas karena pengaruh doping obat kuat yang digunakannya.
“Dugaan sementara patut diduga korban menggunakan doping, karena menurut saksi (MMS) korban tidak seperti biasanya. Biasanya kalau melakukan hal seperti itu hanya ada sekitar lima menit saja, tapi kali ini lebih lama. Memang kita tidak temukan apa-apa di lokasi, namun dari keterangan saksi korban yang tidak seperti biasanya, dari itu kita sementara menduga kematian korban diakibatkan menggunakan doping,” katanya kepada Rakyat Pos.
Menurut Robby, Sat Reskrim Polres Belitung sudah melakukan Olah TKP di penginapan tersebut dan tidak ada kejanggalan-kejanggalan dugaan penganiayaan terhadap Suryadi satpam itu.
Dari hasil Olah TKP, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian Suryadi. Polisi hanya menemukan beberapa barang milik Suryadi berupa satu KTP, baju, celana, dan sepatu milik korban yang berada di dalam kamar. Sedangkan di luar kamar, polisi mendapati sepeda motor Yamaha Mio Soul Nopol BN 6983 WB milik Suryadi, namun petugas belum menemukan kunci kendaraan tersebut.
“Kita ditelepon dari pemilik penginapan, bahwa ada penemuan mayat dalam keadaan telanjang dan mengeluarkan darah dari dalam hidung dan mulut. Dari TKP kita hanya menemukan jaket, celana, baju kaos, sepatu berada dalam kamar, sedangkan motor korban diluar dan tidak ditemukan kunci kendaraan tersebut,” jelasnya.
Untuk menindak lanjuti penyebab kematian Suryadi, Tim Inafis Polres Belitung membawa jenazah guna dilakukan visum. Dari hasil visum perut korban mengeras, pembuluh darah pecah dan mengeluarkan darah dari mulut dan hidung. Dan diperkirakan ada lebam di tubuh mayat.
Sedangkan Rusmini yang pertama kali menemukan Suryadi tewas mengaku korban memasuki penginapan sejak Selasa siang (9/10) sekitar pukul 13.00 Wib.
“Baru kemarin dia nginap tidak kenal aku dengan orang itu, sekitar siang itu dia masuk, hanya sendiri,” kata dia dengan nada bergetar.
Ia tidak banyak mengetahui kematian itu. Sebab dia tidak mengenal tamu itu dan dirinya di penginapan hanya sebagai office girl.
“Aku kerja disini, tadi aku mau bersih-bersih, tidak langsung buka pintu, kami intip dulu,” lanjutnya.
Tidak jauh berbeda dengan kesaksian Yono sebagai pemilik penginapan. Dia mengaku setiap tamu yang akan menginap di tempatnya harus menggunakan KTP.
“Dia datang sendiri, kalau dia manggil cewek gak tau kita. Saya dak kenal dengan mereka. Memang kalau masuk sini harus pake KTP, dari KTP tadi nama dia Suryadi,” sebutnya.
Yono menerangkan, penginapan ini atas nama istrinya, dan dari tiap-tiap kamar memiliki harga yang berbeda-beda.
“Harga kamar penginapan disini ada yang Rp100 ribu sampai dengan Rp300, kalau kamar yang ada mayatnya itu harganya Rp100 ribu,” tambahnya.
Terpisah, Muhammad adik kandung korban mengatakan, Suryadi merupakan pekerja sebagai satpam di salah satu perkebunan sawit di Kecamatan Membalong. Saudara laki-lakinya itu, memang sebelum ditemukan meninggal pernah datang ke rumahnya, lalu pergi dalam keadaan hujan.
“Dia dari rumah aku di Pilang, memang hujan-hujan dia pergi kemarin, sekitar jam 12.30 siang,” tukasnya. (mgb/yan/1)

No Response

Leave a reply "Short Time Keempat, Satpam Sawit Tewas"