by

Setahun Penjara Menanti 2 Oknum ASN

-NEWS-68 views

Terseret Kasus Korupsi Rumah Pintar
Vonis Dibacakan 2 Pekan Lagi

PANGKALPINANG – Sepertinya tidak lama lagi dua terduga koruptor yang tersandung dalam perkara korupsi proyek pengadaan rumah pintar di Kabupaten Belitung akan merasakan kehidupan di dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tua Tunu Pangkalpinang.
Pasalnya, dua aparatur sipil negeri (ASN) Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Belitung, yakni Hardono Hendrotomo dan Syahril tersebut dalam waktu dekat akan dilakukan penahanan dan dijatuhi hukuman oleh majelis hakim.
Hardono Hendrotomo dan Syahril didakwakan lantaran telah melakukan dugaan korupsi proyek senilai Rp200 juta tahun anggaran (TA) 2011.
Penahanan kedua pegawai negeri sipil (PNS) tersebut setelah menjalani sidang dengan agenda vonis atau pembacaan putusan yang rencananya akan digelar dua pekan lagi, Senin (12/2) mendatang.
Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang yang diketuai oleh Setyanto Hermawan dengan hakim anggota Corry Oktarina dan Suryadi terpaksa menunda sidang tersebut dan akan dilanjutkan pada pekan selanjutnya.
“Sidang ini akan ditunda pada minggu selanjutnya, Senin 6 Februari 2017 mendatang. Sidang ini kami tutup,” ujar Majelis hakim menutup sidang dengan agenda pembacaan tanggapan dari JPU, Senin (30/1/2017).
Hakim sempat menanyakan kepada kedua terdakwa atas jawaban atas tanggapan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (JPU Kejati Babel), Aulia Perdana.
“Bagaimana terdakwa dengan tanggapan yang dibacakan oleh Jaksa ?” tanyanya.
Salah satu terdakwa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh hakim ketua.
“Kami serahkan kepada penasehat hukum kami, yang mulia,” jawabnya.
Sedangkan penasehat hukum (PH) kedua ASN itu menuturkan, akan terlebih dahulu memikirkan dan mempertimbangkan tanggapan JPU itu.
“Yang mulia, kami membutuhkan waktu seminggu untuk memikirkannya,” katanya.
Sementara itu, JPU mengungkapkan, sidang kedua terdakwa yang terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan rumah pintar di Belitung itu tinggal menunggu sidang putusan saja.
“Sidang hari ini dengan agenda Duplik, sedangkan minggu depan dengan agenda Replik. Untuk sidang tuntutan sudah pada minggu sebelumnya tuntutannya,” tukas Perdana ditemui Rakyat Pos usai sidang itu.
Hardono Hendrotomo dan Syahril dituduhkan pihak Kejaksaan Negeri Belitung hanya melakukan korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp35 juta.
Hardono Hendrotomo selaku Kepala SKB Belitung dan Syahril merupakan mantan bendahara UPTD SKB dituntut jaksa dengan hukuman penjara selama 1 tahun dan membayar denda sebesar Rp50 juta dengan subsider 2 bulan kurungan.
Kedua terdakwa mengakibatkan kerugian negara dalam proyek itu sebesar Rp 37.891.923.
Para terdakwa dijerat pidana pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat 2 dan ayat (3) UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah denga UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (bis/6)

Comment

BERITA TERBARU