by

Setahun Lebih Jadi Bandara Internasional, Belum Ada Penerbangan Reguler ke Luar Negeri

-Belitong-223 views

DPRD & Pemda Harus Duduk Bersama
Dukung Pembangunan KEK Belitung

TANJUNGPANDAN – Rencana Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kedua di Belitung, yang berlokasi di Tanjung Tinggi, di Area PT Ranati dan sekitarnya, mendapat tanggapan positif dari Tokoh Masyarakat setempat.

Sebagaimana diungkap Gubernur Babel Erzaldi Rosman saat meninjau Pencoblosan di Belitung beberapa waktu lalu, keinginanya untuk memajukan Belitung, dengan membangun KEK kedua di Negeri Laskar Pelangi setelah KEK Tanjungkelayang

Kata Erzaldi, adanya KEK di Belitung akan meningkatkan kunjungan wisatawan di Pulau Belitong. Apalagi, rencana yang kedua berada di Ikon Pulau Belitong, yakni Pantai Tanjung Tinggi.

Bahkan, dalam hal ini orang nomor satu di Bangka Belitung telah berkomunikasi dengan pihak PT Ranati. “Adanya KEK akan mempermudah investor masuk ke Belitung,” ujar Erzaldi, beberapa waktu lalu kepada Rakyat Pos.

Dengan adanya KEK kedua, Gubernur mengingatkan kepada semua pihak agar tidak takut. Sebab, hal itu akan mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun internasional. Saat ini, pembangunan KEK pertama hampir rampung.

“Dan dalam waktu dekat, kemungkinan sebelum akhir tahun, akan dilaunching KEK yang pertama. Saat ini pembangunan sudah mau selesai,” ungkap Erzaldi.

Meski begitu, dia masih enggan menyebut berapa persen penyelesaian pembangunannya.

Menanggapi Hal itu, Tokoh Masyarat Belitung H Muchtar Muttong (H Tare) mendukung apa yang dilakukan Gubernur, khususnya mengembangkan pembangunan yang ada di Kabupaten Belitung.

Namun, kata H Tare, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh Gubernur Erzaldi, diantaranya, masalah status Bandara Internasional yang hingga saat ini belum ada Reguler Filght Penerbangan Internasional.

Dan yang kedua, masalah penyelesaian KEK pertama di Tanjung Kelayang. “Untuk yang pertama, masalah bandara, apa yang harus dilakukan Gubernur, hingga saat ini belum ada penerbangan langsung ke luar negeri,” kata Tare kepada wartawan ini, Senin (09/07/2018).

Bukankah, sebelum KEK pertama selesai, Status Bandara Internasional harus ada penerbangan langsung dari negara-negara luar menuju ke Bandara Tanjungpandan. Namun, kenyataannya sampai hari ini, belum terealisasi.

“Ini sangat bahaya bagi Belitung. Setelah kurang lebih setahun diresmikan sebagai Bandara Internasional, namun belum ada penerbangan reguler ke luar negeri,” ungkapnya.

Mengenai pembangunan KEK yang rencana selesai akhir tahun, H Tare menyebut hal tersebut belum selesai. “Ingat, yang selesai cuma hotelnya, bukan infrastruktur lain,” katanya.

Dia meminta kepada DPRD Provinsi maupun Kabupaten, dan Pemerintah Daerah baik Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten untuk bersinergi, yakni duduk bersama membahas, merah asalah ini. “Khususnya, masalah bandara Internasional,” pungkasnya. (dodi/3)

Comment

BERITA TERBARU