Sertu Rempi Hasugian Raih Penghargaan

  • Whatsapp
Kepala Staf Korem (Kasrem) 045/Gaya Letkol Inf I Ketut Mertha Gunarda mewakili Komandan Korem (Danrem) Kolonel Inf Tjaturputra Genah Gunadi menyerahkan penghargaan kepada Sertu Rempi.(foto: rel).

Prajurit Kreatif Pemanfaatan Lingkungan

NAMANG – Salah seorang prajurit Korem 045/Garuda Jaya, Sertu Rempi Hasugian selaku Bintara Administrasi (Bamin) Penerangan Korem berhasil meraih penghargaan dari atasannya sebagai prajurit yang kreatif bidang pemberdayaan dan pemanfaatan lingkungan.

Read More

Penghargaan kepada Sertu Rempi langsung diserahkan Kepala Staf Korem (Kasrem) 045/Gaya Letkol Inf I Ketut Mertha Gunarda mewakili Komandan Korem (Danrem) Kolonel Inf Tjaturputra Genah Gunadi.

Sertu Rempi menyabet penghargaan itu dalam kegiatan upacara bendera Mingguan yang berlangsung di Makorem, Senin (8/5/2017).

Kasrem dalam sambutannya mengatakan, prajurit yang menerima penghargaan itu dinilai mempunyai kreatifitas dalam pemanfaatan dan pemberdayaaan lingkungan dengan berbagai jenis tanaman yang dapat melihat lingkungan itu hidup dan berwarna.

Selain lingkungan itu hidup dan berwarna tentu juga itu dapat menambah penghasilan keluarga.

“Saya nilai, prajurit ini kreatif menggunakan lahan yang ada untuk menanam Pepaya, Pisang dan lainnya sehingga lingkungan diberdayakan dan mempunyai warna dan lingkungan itu hidup,” katanya kepada Rakyat Pos, Senin sore.

Dikatakannya, prajurit yang berprestasi dalam segala bidang akan selalu diberikan penghargaaan berdasarkan penilaian pimpinan Korem.

“Kami mengimbau kepada para unsur Komandan Satuan dan Perwira jajarannya agar memberikan penilaian kepada anggotanya dan melaporkan personel tersebut yang dinilai mempunyai prestasi, sehingga ditindaklanjuti oleh pimpinan Korem untuk memberikan penghargaan,” imbuhnya.

Sertu Rempi mengungkapkan, dirinya giat berkebun/bertani lantaran akan mendapatkan dua hasil sekaligus, yaitu selain menambah pendapatan keluarga, juga bisa sebagai alternatif dalam pembinaan fisik. Sebab, lanjutnya, bertani menggunakan tenaga, kekuatan dan ketahanan.

“Dengan berkebun saya akan mendapatkan dua point sekaligus yakni istilahnya satu ditembak dua kena,” ungkapnya.

Hasil dari kegiatan bertani tersebut pada tahun 2016 lalu, Sertu Rempi mendapat medali dari Komandan Pusat Pendidikan Militer Umum di Bandung yang meraih nilai Jasmani tertinggi sewaktu mengikuti Kursus Bintara Kameramen.

“Padahal, umur saya paling tua dibandingkan dengan siswa lainnya,” bebernya.

Selain itu, dijelaskan Rempi, bertani atau berkebun merupakan pekerjaaan mulia, sebab bertanilah pekerjaan pertama manusia di dunia ini setelah manusia diciptakan oleh Tuhan.

“Bertani merupakan perintah dari Pimpinan TNI untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah tempat tugasnya masing-masing. Atas perintah tersebut saya menanam Cabai, Bawang, Kates, Pisang dan tanaman lainnya,” jelasnya.

Tak hanya itu saja, dia memaparkan, masyarakat Bangka pada umumnya lebih dominan tambang daripada pertanian. Dirinya berkeinginan untuk menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.

“Dalam pertanian ini, saya terjun langsung mengelolanya dan mengantar langsung hasil dari pertanian tersebut sebagaimana masyarakat setempat mengantar hasil pertaniannya dengan alat yang disebut Ragak,” tandasnya. (bis/3).

Related posts