by

Serapan DIPA di Babel Baru 40,2 Persen

-Berita Kota-467 views

Wagub Optimis di Akhir Tahun

Erzaldi Rosman

PANGKALPINANG- Serapan dana APBN termasuk dana desa yang ada di Provinsi Bangka Belitung (Babel), yang disalurkan melalui Dirjen Perbendaharaan (DJPb) baru terserap 40,2 persen. Realisasi ini berada di bawah realisasi nasional.

Kepala Kanwil DJPb Babel Supendi mengatakan jumlah serapan tersebut berdasarkan data online sistem monitoring perbendaharaan negara dari pagu semua se- Provinsi Babel, hingga Kamis (12/7/2018).

“Yang melalui kami ada belanja pegawai, belanja barang, modal, bantuan sosial, dana alokasi khusus (DAK) fisik dan dana desa, dengan total pagu Rp3,8 triliun, baru terserap 40,2 persen,” ungkap Supendi, Jum’at (13/7/2018).

Dia merinci untuk belanja pegawai dengan pagu Rp 863,7 miliar, sudah terserap 59,3 persen atau Rp 511,9 miliar untuk belanja barang dengan pagu Rp 1,2 triliun terealiasi 36,8 persen atau Rp448,1 miliar (32,9 nasional).

“Kemudian belanja modal dari pagu Rp703,5 M, baru terealisasi 32,1 persen atau Rp 225,7 miliar, untuk bansos ini memang kecil Rp7,2 miliar pagunya, tetapi kemudian realisasinya juga kecil baru 20,7 persen atau Rp 1,5 miliar,” katanya.

Supendi melanjutkan, untuk DAK fisik dari pagu sebesar Rp 786,4 miliar dan Dana Desa pagu Rp 264,3 miliar , baru terserap 25,4 persen Rp 199,5 miliar untuk DAK Fisik dan 59,7 persen Rp 157,7 miliar untuk dana desa. “Kalau dibandingkan dengan nasional kita dibawah, nasional itu serapannya, 46,3 persen,” imbuhnya.

Hanya saja, kata dia, ada beberapa item yang Babel angkanya lebih tinggi dibandingkan nasional, seperti serapan belanja barang, babel sudah 36,8 sementara nasional baru 32,9; belanja modal Babel juga lebih tinggi dimana nasional baru 20,7 persen dan DAK fisik juga lebih tinggi, dimana serapan nasional baru 16,8 persen.

“Tetapi untuk bansos, kita masih rendah baru 20,7 persen sedangkan nasional itu sudah 65,7 persen,” tandasnya.

Ia menilai, untuk bansos mungkin saja memang belum waktunya disalurkan oleh pemerintah daerah, sehingga masih belum banyak yang terserap. Dia berharap, OPD dan pemerintah daerah di Provinsi Babel, dapat menggenjot serapan ini agar bisa maksimal dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Kalau dana ini terserap tepat waktu dan maksimal, kan yang merasakan manfaatnya masyarakat, nanti dampak ke masyarakat lebih cepat dirasakan, tetapi kalau belum terserap, masyarakat juga belum bisa menikmati manfaatnya,” beber Supendi.

Supendi juga meminta, perlu perhatian lebih, baik OPD bersangkutan dan juga kepala daerah,
dan dari pihak lainnya sehingga progres pembangunan bisa berjalan.

Menanggapi hal ini, Wagub Babel, Abdul Fatah optimis jika hingga akhir tahun nanti serapan dana APBN di Provinsi Babel berjalan maksimal.

“Yang jelas kita selalu memanggil tataran OPD terkait untuk evaluasi, pekerjaan sudah berjalan tapi belum berjalan serapan dananya belum terealisasi semuanya, ada yang gak bisa dilaksanakan,” katanya.

Wagub menegaskan, akan menggenjot pelaksanaan kegiatan di Pemprov Babel agar dapat berjalan maksimal.(nov/10)

Comment

BERITA TERBARU