Serapan Anggaran Rendah, Wagub Stressing OPD

  • Whatsapp

PANGKALPINANG- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah memimpin rapat tertutup dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengevaluasi capaian serapan anggaran dan mencari solusi dari kendala yang dihadapi. Rapat yang dilaksanakan sekitar tiga jam ini untuk menyikapi rendahnya serapan APBD maupun APBN di lingkungan Pemprov Babel.

Wagub Babel Abdul Fatah menegaskan dia tetap optimis bahwa realiasi serapan dana baik APBD maupun APBN bisa maksimal hingga akhir tahun, meskipun diakuinya ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan atau dibatalkan.

“Serapan APBD hingga Oktober ini baru mencapai 65 persen, rata-rata. Hal ini berdasarkan rapat pembahasan dalam rapat pimpinan dan kita juga membahas faktor penghambatnya apa saja,” kata Fatah kepada wartawan saat istirahat makan siang, di ruang pertemuan Pasir Padi Kantor Gubernur Babel, Senin (15/10/2018).

Dia menilai, serapan anggaran ini belum maksimal dikarenakan ada beberapa hal, yakni adanya kegiatan yang belum selesai proses lelang dan terancam gagal karena waktu yang tak efektif lagi untuk dilakukan, kemudian kegiatan yang sudah dilaksanakan tetapi belum selesai sehingga pembayaran belum sepenuhnya dilaksanakan.

“Misalnya dishub (dinas perhubungan-red), ada pengadaan tapi alatnya dibeli di luar negeri yang digunakan untuk di bandara, karena tidak memungkinkan dilaksanakan dalam waktu singkat, maka ini dibatalkan tidak bisa dilaksanakan,” jelas Fatah.

Untuk serapan dana APBN yang juga masih rendah, Fatah menegaskan sejauh ini sudah ada kenaikan dan ia berharap pada akhir tahun juga bisa maksimal. “APBN ada dekon dan tugas perbantuan itu 59-60 persen, tapi sekarang kan sudah bergerak karena itu data per 30 September, kita akan genjot hingga maksimal,” ulasnya.

Disinggung serapan terendah dana APBN ada pada dinas arsip dan perpustakaan, dia menegaskan memang hal ini dikarenakan beberapa hal dan atas kinerja OPD yang belum maksimal, dia mengakui sudah distressing untuk lebih aktif lagi dalam penyerapan anggaran maupun pelaporan. “Tadi, dinas arsip sudah menyampaikan, katanya saat ini sudah mencapai 53 persen, karena baru melaporkan beberapa hal,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemprov Babel, Rofiko ketika dikonfirmasi soal rendahnya serapan anggaran, berdalih data 26,6 persen adalah data per 30 September dan pihaknya belum menginput laporan terbaru. Menurutnya, serapan yang rendah dikarenakan dinas yang ia pimpin lebih banyak kegiatan yang bersifat pengawasan, sementara kegiatan fisik hanya sedikit.

“Kenapa rendah, kami kegiatan pengawasan yang memang mulainya baru bulan September, Oktober, November dan sudah dilakukan di tujuh kabupaten dan kota, laporan sudah selesai kita serahkan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dari hasil rekomendasi ini baru kami akan menyelenggarakan rapat koordinasi dengan kantor arsip se- kabupaten dan kota,” ia menerangkan.

Namun, Rofiko optimis, hingga November mendatang, serapan anggaran tersebut bisa melonjak naik hingga 99,9 persen. Sementara untuk kegiatan fisik, diakuinya memang baru akan proses lelang, untuk bantuan perpustakaan desa berupa rak dan buku.

“Kegiatan fisik ada, pengadaan perpustakaan desa, bantuan buku dan rak, jumlahnya banyak dan sekarang masuk ke tahap lelang. Setelah lelang pemenangnya akan langsung mendistribusikan buku-buku dan akan naiknya 98 persen,” katanya. (nov/10)

———

Related posts