September, Serapan Anggaran Baru 60 Persen

  • Whatsapp

Komisi II Minta PAD Capai Rp1 Triliun

PANGKALPINANG- Menjelang akhir tahun anggaran 2019, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah optimis anggaran yang sudah dianggarkan pemerintah provinsi dapat terserap maksimal.

“Memang tidak seratus persen, tapi saya optimis bisa 90 persen hingga akhir tahun nanti,” kata Fatah kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

Ia berharap program-program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Babel dan pemerintah sebutnya masih punya siswa waktu untuk mempercepat realisasi serapan anggaran.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Pemprov Babel, Feri Apriyanto mengatakan progress serapan anggaran hingga awal September baru terserap 60 persen.

Dia mengaku untuk kegiatan fisik hingga triwulan ke-empat atau hingga akhir tahun semua selesai, demikian juga dengan kegiatan nonfisik.

“Setiap tahun serapan anggaran kisaran 90-95 persen, tahun lalu saja hingga akhir tahun serapan anggaran kita hanya 90-95 persen, memang yang agak lama itu serapan pada kegiatan non fisik,” jelasnya.

Kegiatan nonfisik tersebut dijelaskan Feri seperti sosialisasi, pembinaan, belanja rutin dan segalanya, karena dilaksanakan secara rutin dan terjadwal, sehingga serapannya juga bertahap.

“Untuk kegiatan nonfisik ini sesuai di OPD masing kita berharap hingga akhir tahun semua kegiatan bisa terserap dengan baik,” harapnya.

Dia menyebutkan, banyak hal yang menyebabkan anggaran tidak terserap seluruhnya, namun ketika tidak terserap, anggaran tetap ada di kas daerah dan menjadi sisa lebih pembiayaan tahun berkenaan (SILPA).

Sementara itu, Kalakhar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa ketika disinggung terkait serapan anggaran ini menegaskan di BPBD anggaran sudah terserap 75 persen.

“Dari Rp8,1 miliar dan hingga September sudah terserap 75 persen. Optimistis, hingga akhir tahun anggaran kita terserap semua,” sebutnya.

Dia menambahkan untuk anggaran tahun 2020 sedang dibahas terutama untuk honor pegawai. “Saat ini dalam pembahasan kenaikan anggaran hanya untuk honor pegawai, sedangkan yang lainya sama seperti tahun lalu,”ujarnya.

Terpisah, Komisi II DPRD Provinsi Babel menggelar rapat bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Babel dalam membahas pemasukan anggaran untuk PAD pada RAPBD tahun anggaran 2020.

“Alhamdulillah ternyata kita menemukan pemasukan 10 miliar, penambahan dari yang belum diperkirakan dari Samsat baru di Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Bangka Barat,” kata Ketua Komisi II DPRD Babel, Aksan Visyawan kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

Menurut dia, masih banyak potensi lain yang masih bisa digali untuk menambah pemasukan PAD, misalnya melalui pajak kendaraan bermotor, pendapatan yang dikelola oleh dinas kelautan dan perikanan dan pajak air permukaan.

Oleh karena itu, dari hasil pembahasan bersama Bakeuda, politisi PKS ini meminta agar PAD pada 2020 mendatang dapat mencapai Rp960 miliar.

“Sebenarnya masih banyak potensi yang belum tergali dan itu semua setuju baik dari Komisi II dan Bakeuda, kita menambahkan PAD kita hampir satu triliun,” ujarnya.

Aksan mengaku optimis pada anggaran perubahan 2020 mendatang, PAD Babel akan mencapai Rp1 triliun. “Sebenarnya nanti saya yakin di perubahan 2020 akan mencapai satu triliun, tadi kurang 40 miliar, jadi kita diminta untuk melihat dengan jeli, ada nggak penambahan yang signifikan,” tandasnya. (nov/ron/10)

Related posts