September, Raperda Zonasi Ditarget Tuntas

  • Whatsapp

Juni, Pasal Per Pasal Dibahas

PANGKALPINANG – Ketua Pansus Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) DPRD Provinsi Babel, Adet Mastur mengatakan pihaknya saat ini sudah melakukan pengumpulan data dan menginventarisir permasalahan sebelum membuat draft Perda Zonasi.

“Sekarang pengumpulan data-data itu sudah kita dapatkan, inventarisir masalah itu sudah banyak kita tampung, baik itu dari para nelayan, maupun dari pemerintah kabupaten dan kota,” kata Adet kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, pihaknya sering mendengar perselisihan antara para nelayan dengan penambang di daerah Teluk Kelabat dan Belinyu.

“Kita sudah banyak mendengar, bahwa di daerah Teluk Kelabat itu sering ribut-ribut antara penambang dengan para nelayan, baik itu juga di Belinyu. Kita ingin memetakan tersebut, berdasarkan potensi-potensi alam yang ada di sekitar,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya meminta informasi data dari dinas perikanan, terkait potensi alam yang lebih menguntungkan di daerah Belinyu antara perikanan atau pertambangan.

“Apakah di daerah Belinyu itu potensi perikanan? Kalau memang itu masuk kategori potensi perikanan, nanti akan kita tetapkan perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya,” sebutnya.

Setelah melalui proses pengumpulan data dan menginventalisir permasalahan tersebut, dijelaskan dia, pihaknya akan membahas draft perda zonasi pada Juni mendatang. “Mudah-mudahan bulan depan kita sudah mulai membahas draft perda tersebut pasal per pasal,” ujarnya.

Dia menargetkan, Perda RZWP3K akan rampung sekitar bulan September nanti. “Target kita, draft ini dan pengesahan perda mungkin di akhir masa jabatan kita, saya optimis,” pungkasnya. (ron/10)

Related posts