Sentra Gakkumdu Babel Lakukan Penyelidikan

  • Whatsapp

Didampingi sentra Gakkumdu Belitung

TANJUNGPANDAN – Hari ini (2/3/2017), Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), akan melakukan penyelidikan berdasarkan sejumlah temuan dalam penyelenggaran Pilkada Babel 2017.

Penyelidikan ke Belitung tersebut, guna mendengarkan langsung keterangan para saksi-saksi yang dicantumkan namanya dalam laporan yang kini menjadi temuan sentra Gakkumdu Babel, yakni, Mukhtar Motong dan Edi Yusuf atau Edi Kodri alias Buyung.
Selain mendengarkan keterangan dari dua saksi tersebut, pihaknya juga akan mengkroscek kotak suara yang dibuka sebelum dilakukan pencoblosan 15 Februari lalu, saat perjalanan laut menuju Selat Nasik, Belitung.

Hal itu disampaikan koordinator divisi penindakan dan pelanggaran Zul Terry Apsupi didampingi Kasubdit kriminal umum AKBP Erwin Siboro, Ketua Panwaslu Kabupaten Belitung Jookie Vebriansyah, di Sekretariat Panwaslu Belitung, Rabu (2/3/2017).

“Kita ingin segera menuntaskan temuan dalam penyelenggaraan Pilkada ini. Kita tetap berkoordinasi dengan Panwas dan sentra Gakkumdu Belitung. Kita ingin mendengarkan pernyataan dari Mukhtar Motong dan Buyung atau Edi Yusuf,” ujar Terry.

“Kita akan mengundang mereka untuk memberikan keterangan di sentra Gakkumdu. Kalau mereka mau dirumahnya ya silahkan. Tapi lebih baik di kantor ini,” timpalnya.

Terkait dengan adanya temuan kotak suara yang dibuka sebelum pencoblosan, pihaknya akan langsung meninjau ke KPU kabupaten Belitung, tempat keberadaan kotak.

Sebelumnya, pihaknya sudah mendengarkan klarifikasi dari Panwascam Selat Nasik dan juga komisioner KPU Belitung.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Belitung Jookie Vebriansyah mengatakan, jajaran Panwaslu Belitung maupun sentra Gakkumdu Belitung, tetap mendampingi penyelidikan yang dilakukan sentra Gakkumdu Babel. “Akan tetap kita dampingi. Ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita,” terang Jookie.

“Kita ingin membantu, agar persoalan ini jgua dapat selesai. Karena sudah menjadi konsumsi publik dan dilakukan ini, agar ada transparansi. Jadi, masyarakat bisa tahu,” tukasnya.

Dua laporan yang sudah menjadi temuan sentra Gakkumdu yakni, penelusuran pembuktian dugaan Money Politic serta pembuktian kotak suara yang dibuka sebelum dilakukan pencoblosan 15 Februari lalu. (ron/3).

Related posts