Senpi Rakitan dan Pirek Sabu Ditemukan di TI Ponton

  • Whatsapp

Satu Ponton Berisi 9 Sajam, 41 Orang Diperiksa

TOBOALI – Satuan Polisi Perairan Polres Bangka Selatan menemukan satu pucuk senjata api rakitan dan tiga butir amunisi Call 5,56 mm pada penertiban ponton di tambang-tambang pasir timah ilegal di perairan Kolong Laut perbatasan Desa Kepoh dan Desa Tukak, Jumat (4/10/2019) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Senpi tersebut ditemukan tersangkut di baling-baling perahu sekitar 75 meter saat melintas di lokasi penertiban. Barang bukti itu terbungkus plastik, diikat dengan tali dan sebotol air mineral yang berfungsi sebagai pelampung.
Kabag Ops Polres Bangka Selatan Kompol Rusnoto didampingi Kasat Polair IPTU Bambang Bekti dalam konfrensi pers, Selasa (8/10/2019) mengatakan, selain senpi rakitan, polisi juga menemukan sebungkus rokok yang berisi pirex dan jarum suntik yang diduga digunakan untuk menghisap sabu.
Tak hanya itu, petugas juga mendapati 9 bilah senjata tajam yakni 6 pisau, 1 golok, 1 parang serta 1 tombak.
“Kita menemukan satu senpi rakitan, pirex diduga untuk sabu, serta sembilan sajam di ponton yang sudah tidak ada lagi orangnya dan sudah kita amankan,” jelas Bambang.
Pada hari itu, sebanyak 37 unit ponton ilegal yang beroperasi di perairan Kolong Laut ditertibkan polisi. Saat penertiban oleh Satpolair, ponton tambang banyak sudah tidak bekerja lagi. Namun para penunggu ponton sebanyak 41 orang dikumpulkan.
Kasat Polair lalu memberikan himbauan kepada para penunggu ponton agar segera bergeser dan tidak menambang di kawasan tangkapan nelayan.
“Kita tidak bisa melakukan penangkapan karena ponton tidak bekerja, tidak ada BB pasir timahnya sehingga kita minta mereka segera bergeser. Jika masih di sana dan kita temukan bekerja berikut BB nya tentu akan kita tindak,” tegas Bambang.
Aktivitas puluhan TI ponton ilegal di perairan Kolong Laut Toboali ini sejak beberapa bulan terakhir kembali dikeluhkan nelayan Desa Kepoh dan Tukak. Bahkan belum lama ini, nelayan telah melayangkan surat audensi ke DPRD Basel guna melaporkan aktivitas ilegal tersebut. (raw/1)

Related posts